Ahad, 24 Oktober 2021 / 17 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

UAS: Saatnya Kita Bersolidaritas Sosial Ringankan Dampak Pandemi

Ustadz Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (31/10/2019)
Bagikan:

Hidayatullah.com- Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak masyarakat untuk saling membantu dan meringankan dampak pandemi virus corona jenis baru (Covid-19).

UAS menilai bahwa seseorang tidak akan jadi berkekurangan dengan berbagi kepada sesama terutama yang membutuhkan.

Situasi ekonomi masyarakat Indonesia diketahui memang terdampak pandemi Covid-19. Banyak warga khususnya kelas menengah ke bawah yang berkurang pendapatan ekonominya. Apalagi, rakyat kecil yang selama ini hidupnya pas-pasan bahkan berkekurangan.

“Sahabat, berbagi tak akan membuat kita kekurangan dan kehilangan, saatnya kita bersolidaritas sosial, saling membantu bersama,” ajak UAS pantauan hidayatullah.com pada Senin (20/04/2020) pada akun Instagram resminya diunggah kemarin.

Baca: Warga Jakarta Bahagia Dapat Bantuan Sembako di Saat Pandemi

Di antara usaha saling membantu menghadapi wabah global tersebut yaitu dalam bentuk program ketahanan pangan, dalam hal ini yang disebut UAS adalah dengan berkebun di Riau.

“Berkebun bersama ini bertujuan untuk menggerakkan masyarakat saling bantu pangan untuk lingkungan dan tetangga sekitar,” ujar UAS.

“Nantinya bantuan kebun pangan berupa bibit sayuran, buah, serta pelatihan UKM ini akan diberikan kepada seribu RT di wilayah terdampak corona,” tambahnya.

Sejauh ini, berbagai elemen masyarakat sudah melakukan upaya secara mandiri dan bersamaan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Di Pondok Pesantren Hidayatullah Ummul Quro, Balikpapan, Kalimantan Timur, misalnya, program ketahanan pangan digalakkan menyikapi dampak Covid-19.

Begitu pula, misalnya, di Depok dan Bogor, Jawa Barat, warga juga meningkatkan ketahanan pangan dengan menanam berbagai komoditas seperti singkong dan jagung.

Pemantauan hidayatullah.com selama ini, dampak positif Covid-19 adalah meningkatnya solidaritas masyarakat dalam berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Banyak muhsinin (orang-orang baik) yang berlomba-lomba memberikan bantuan sembako, misalnya, baik secara pribadi maupun lewat lembaga-lembaga resmi kemanusiaan, yayasan, dan laznas-laznas.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Anies Diperiksa Polisi Hampir 10 Jam, Dicecar 33 Pertanyaan, Dijawab “Sesuai Fakta”

Anies Diperiksa Polisi Hampir 10 Jam, Dicecar 33 Pertanyaan, Dijawab “Sesuai Fakta”

Tak Mungkin Bersatu Sunni dan Syiah

Tak Mungkin Bersatu Sunni dan Syiah

JAT Bantah Anggotanya Terlibat Perampokan CIMB

JAT Bantah Anggotanya Terlibat Perampokan CIMB

Penutupan Lokalisasi Maksiat Dolly Maksimal 19 Juni

Penutupan Lokalisasi Maksiat Dolly Maksimal 19 Juni

Adian Ajak Donatur YDSF Ikut Terjun Berdakwah

Adian Ajak Donatur YDSF Ikut Terjun Berdakwah

Baca Juga

Berita Lainnya