Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wantim MUI Dukung Karantina Wilayah Harus Disertai Bantuan ke Warga Miskin

zulkarnain/hidayatullah.com
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Prof Din Syamsuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mendukung diberlakukannya Karantina Wilayah tapi harus diiringi pemberian bantuan sosial bagi warga miskin termasuk pekerja lepas.

“Mendukung langkah pemerintah dalam memberlakukan Karantina Wilayah khususnya di wilayah persebaran wabah Covid-19 berlevel tinggi untuk menyelamatkan keadaan dari kondisi yang lebih buruk,” ujar Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin dalam hasil telekonferen Rapat Pleno ke-51 Wantim MUI disampaikan MUI di Jakarta pada Selasa (31/03/2020).

Din menambahkan, Karantina Wilayah tersebut hendaknya disertai optimalisasi program Jaminan Sosial bagi para fakir miskin, terutama para pekerja lepas yang menggantungkan hidupnya pada sumber pendapatan harian untuk menjamin keberlanjutan masa depan hidup mereka.

“Anggaran (jaminan sosial itu) dapat bersumber dari APBN, Dana Kebajikan Haji, Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN, dan donasi lainnya sesuai peraturan yang berlaku,” sambungnya.

Baca: DPR: Darurat Sipil Tidak Diperlukan Hadapi Virus

Begitu pula kepada semua lembaga filantropi seperti BAZNAS (Pusat sampai Daerah) maupun Laznas dan organisasi lainnya, Wantim MUI meminta agar meningkatkan dan menguatkan donasi bagi yang membutuhkan pertolongan.

Kemudian, Wantim MUI mengajak semua pihak terutama para pengusaha untuk memaksimalkan donasi bagi penanggulangan Covid-19.

“Misalnya, pengadaan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat-alat kesehatan lainnya yang mendesak diperlukan bagi para tenaga medis, sebagai garda terdepan penanganan pasien yang terindikasi terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Baca: Politisi PKS: Tolak Darurat Sipil Hadapi Wabah Corona

Wantim MUI pun meminta semua pihak agar disiplin penuh dalam menjalankan protokol Di Rumah Saja (Stay at Home); Bekerja dan Beribadah Di Rumah (Work and Pray From Home); menjaga kebersihan tangan, tubuh, dan lingkungan; menghindari kerumunan, menjaga jarak antar fisik (physical distancing); menjaga jarak interaksi sosial (social distancing).

“Dan meningkatkan pola hidup sehat dalam rangka menekan dan mengurangi sebaran Covid-19 selama masa darurat Covid-19 berlangsung,” imbuhnya.

Persebaran wabah Covid-19 semakin masif dan hampir menjangkiti seluruh wilayah tanah air Indonesia.

Data resmi pemerintah diterima hidayatullah.com pada Selasa (31/03/2020) siang sekitar pukul 14.55 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai angka 1.414, pasien sembuh berjumlah 75 orang, dan meninggal dunia 122 jiwa.

Rumah Sakit semakin sibuk dan para dokter serta tenaga medis sudah banyak wafat. Sementara pandemi Covid-19 diperkirakan belum mencapai puncaknya.

Wantim MUI turut menyatakan keprihatinan mendalam serta pro aktif menjaga stabilitas nasional dan menekan laju sebaran wabah Covid-19.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Bertemu GNPF, Wiranto Ingin Pemimpin DKI Berakhlakul Karimah

Bertemu GNPF, Wiranto Ingin Pemimpin DKI Berakhlakul Karimah

Ust. H. Ainur Rofiq Tiada, Selamat Jalan Pejuang..

Ust. H. Ainur Rofiq Tiada, Selamat Jalan Pejuang..

Berkaca Dari Aliran Kepercayaan, Ada Kekhawaritan Gugatan Ahmadiyah Dikabulkan MK

Berkaca Dari Aliran Kepercayaan, Ada Kekhawaritan Gugatan Ahmadiyah Dikabulkan MK

Presiden Jokowi: Silahkan MUI Beri Masukan Pemerintah

Presiden Jokowi: Silahkan MUI Beri Masukan Pemerintah

Menag: RUU Pesantren Harus Dilihat dari Semua Perspektif

Menag: RUU Pesantren Harus Dilihat dari Semua Perspektif

Baca Juga

Berita Lainnya