Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

MUI: Jadikan Nilai-nilai Shalat Bekal Menanggulangi Covid-19

skr/hidayatullah.com
Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengajak semua kalangan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Ajakan itu disampaikan Zainut dalam rangka memaknai peringatan Isra’ Mi’raj 27 Rajab 1441H yang bertepatan dengan Ahad (22/03/2020).

“Di tengah suasana musibah yang melanda dunia dengan merebaknya virus corona, Covid-19 marilah kita semuanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala, melakukan muhasabah dengan memperbanyak berdzikir, memohon ampunan (istighfar) kepada Allah dan berdoa semoga musibah yang melanda bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia segera berlalu,” ujar Zainut kepada hidayatullah.com Jakarta, Ahad.

Baca: Menag: Disiplin Shalat, Disiplin Jaga Kesehatan Cegah Corona

Menurut Zainut, di antara hikmah memperingati Isra’ Mi’raj adalah anjuran untuk mengimplementasikan nilai-nilai ibadah shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, ibadah shalat menempati posisi yang sangat utama dalam ajaran Islam. Dalam hadits shalat diibaratkan sebagai tiang agama dan dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat juga dapat mendidik seorang Muslim menjadi pribadi yang bersih, jujur, sabar dan disiplin.

“Dalam konteks menghadapi wabah virus corona, marilah kita jadikan nilai-nilai ajaran shalat sebagai bekal untuk menanggulangi wabah virus corona,” ujarnya.

Shalat, jelasnya, melatih diri setiap Muslim untuk sabar dan disiplin dalam melakukan gerakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat melalui pembiasaan hidup sehat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dan disiplin melakukan social distancing agar dapat menghambat penularan virus corona,” imbuhnya.

Lewat peringatan Isra’ Mi’raj, Zainut mengajak seluruh rakyat Indonesia, untuk menggalang solidaritas nasional, menumbuhkan sikap empati dan kepekaan perasaan terhadap musibah (sense of crisis).

Yaitu, sambungnya, dengan saling membantu, saling menolong, bekerja sama, dan bahu membahu mengatasi musibah ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, bukan dengan saling menyalahkan dan saling menghujat.

“Musibah ini bukan menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi tanggung jawab kita bersama,” imbuh Wakil Menteri Agama ini.

Baca: Jumatan Masih Tegak di Depok

Zainut pun mengimbau kepada para ulama, kiai, habaib, tuan guru dan lainnya, ikut mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi musibah Covid-19.

“Melalui hikmah Isra’ Mi’raj diharapkan dapat memberikan pesan agama kepada masyarakat dengan narasi yang positif dan edukatif. Sebaliknya, tidak menyampaikan pesan agama yang dapat menimbulkan kontroversi dan kontra produktif.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala melindungi bangsa Indonesia dengan segera mengangkat musibah yang sangat berat ini,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Guruku Pahlawanku Tema Tabligh Akbar Hari Guru Nasional di Istiqlal

Guruku Pahlawanku Tema Tabligh Akbar Hari Guru Nasional di Istiqlal

Pimpinan MPR Minta Indonesia Berperan Lebih Kuat untuk Palestina

Pimpinan MPR Minta Indonesia Berperan Lebih Kuat untuk Palestina

DDII Sebar 200 Dai Ramadhan di Pedalaman

DDII Sebar 200 Dai Ramadhan di Pedalaman

komik lgbt

Waspadai Komik Berunsur LGBT, Kementerian PPPA Jalin Koordinasi dengan IKAPI

Masyarakat Bali Terkesan atas Kunjungan Raja Salman dan Rombongan

Masyarakat Bali Terkesan atas Kunjungan Raja Salman dan Rombongan

Baca Juga

Berita Lainnya