Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

YLKI: Sangat Menyedihkan, 3 Dokter Meninggal karena Covid-19

istimewa
[Ilustrasi]
Bagikan:

Hidayatullah.com– Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan keprihatinannya terhadap kasus meninggalnya tiga orang dokter terkait virus corona jenis baru (Covid-19).

“Sangat menyedihkan, sudah 3 (tiga) orang dokter di Indonesia yang meninggal dunia, karena terinveksi Covid-19. Mereka terinveksi karena dalam melayani pasien positif Covid-19 tidak dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada hidayatullah.com Jakarta, Ahad (22/03/2020).

YLKI menilai kasus itu jelas merupakan kejadian yang sangat tragis, jika tenaga kesehatan (nakes) tidak dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai dan standar.

“Tenaga kesehatan adalah garda depan dalam melayani pasien positif Covid-19. Pelayanan pasien bisa lumpuh jika tenaga kesehatan bertumbangan karena terinveksi virus, dan akibatnya membuat kinerja tenaga kesehatan yang lain tidak optimal. Klimaksnya, tingkat fatalitas pasien Covid-19 di Indonesia presentasenya akan makin tinggi,” ungkap Tulus.

Oleh karena itu, YLKI meminta dengan sangat kepada pemerintah agar nakes dalam bekerja benar-benar dilengkapi APD yang memadai dan lengkap.

“Ibarat suasana perang, nakes adalah tentara, bagaimana akan menang jika tak dilengkapi dengan persenjataan (baca: APD) yang lengkap? Yang ada malah nyawanya sendiri melayang,” ungkapnya.

YLKI menyatakan, meninggalnya nakes dalam melayani pasien Covid-19 tidak boleh terjadi atau terulang kembali.

“Semua pihak, pemerintah, harus memprioritaskan permasalahan minimnya APD bagi nakes,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, 3 orang dokter meninggal dunia diduga akibat terinfeksi Covid-19 dari pasien yang dirawatnya.

Ketiga dokter itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun nyawa mereka tidak bisa tertolong.

Ketiga almarhum tersebut yakni dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih yang membenarkan hal itu, mengatakan, berdasarkan info yang ia terima, dr Hadio meninggal pada Ahad (22/03/2020) subuh. Dokter Djoko dikabarkan meninggalnya dua hari lalu (20/03/2020), dan dr Adi Mirsa kabar meninggalnya Sabtu (21/03/2020). Informasi dikabarkan media, dokter Hadio dan Adi Mirsa sempat mendapat perawatan Covid-19 di RSUP Persahabatan, sementara dr Djoko meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Acara TV Aman untuk Anak Diharapkan Diperbanyak

Acara TV Aman untuk Anak Diharapkan Diperbanyak

Rumah Imam Masjid Tolikara Ikut Dibakar

Rumah Imam Masjid Tolikara Ikut Dibakar

Haedar: Agar Tak Tendensius, Intoleransi dan Radikalisme Dicandra secara Objektif-Komprehensif

Haedar: Agar Tak Tendensius, Intoleransi dan Radikalisme Dicandra secara Objektif-Komprehensif

Lombok Timur Diterjang Banjir, Masa Darurat 18-24 November

Lombok Timur Diterjang Banjir, Masa Darurat 18-24 November

KH. Ma’ruf Amin: Masalah Halal Sudah jadi Masalah Kemanusiaan

KH. Ma’ruf Amin: Masalah Halal Sudah jadi Masalah Kemanusiaan

Baca Juga

Berita Lainnya