Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Mau Tetap Nikah di Tengah Wabah Corona? Perhatikan Hal-hal ini

skr/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Pernikahan di Balikpapan Kaltim, Selasa (04/06/2017), 11 Syawal 1438 H.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Di tengah wabah virus corona jenis baru (Covid-19) saat ini, banyak kegiatan yang dibatalkan. Bagaimana dengan agenda akad nikah yang biasanya sudah ditetapkan jauh-jauh hari?

Menyikapi itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama akan tetap melayani pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Walaupun, status keadaaan darurat bencana Covid-19 sedang melanda.

“Pencatatan nikah tetap dapat dilakukan oleh KUA,” ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin, di Jakarta dalam keterangan pers semalam (19/03/2020).

Tentunya, sambung Kamaruddin, pihaknya mengeluarkan aturan, bagaimana proses pencatatan nikah itu dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kamaruddin menjelaskan, ada tiga hal yang harus diperhatikan jika calon pengantin (catin) akan melaksanakan pernikahan di dalam KUA.

Pertama, sebutnya, membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Kedua, catin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker.

Ketiga, sambung Kamaruddin, bahwa Petugas, Wali Nikah, dan Catin Laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Aturan itu tertuang pada Surat Edaran Dirjen Bimas Islam tentang Imbauan dan Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jendeal Bimbingan Masyarakat Islam yang dikeluarkan kemarin, Kamis (19/03/2020).

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 pada pelayanan Akad Nikah di luar KUA, harus juga memperhatikan ruangan prosesi akad nikah.

“Lakukan di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat,” ujarnya.

Untuk sementara waktu pihak Bimas Islam akan meniadakan semua jenis pelayanan selain pelayanan administrasi dan pencatatan nikah di KUA, yang berpotensi menjalin kontak jarak dekat serta menciptakan kerumunan.

“Misalnya, untuk bimbingan perkawinan bagi catin, konsultasi perkawinan, bimbingan klasikal dan sebagainya, untuk sementara kita hentikan,” ujarnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Askrindo Syariah Gandeng BPD Jatim Untuk Produk Penjaminan Pembiayaan

Askrindo Syariah Gandeng BPD Jatim Untuk Produk Penjaminan Pembiayaan

Jika Sikap Adil Hilang di Antara umat Islam, Persatuan akan Rapuh

Jika Sikap Adil Hilang di Antara umat Islam, Persatuan akan Rapuh

Muzzamil Yusuf: Korban Densus 88 Silahkan Mengadu ke Komisi III DPR RI

Muzzamil Yusuf: Korban Densus 88 Silahkan Mengadu ke Komisi III DPR RI

Raja Salman Ajak Para Pemimpin Dunia Intervensi Masalah Al-Aqsha

Raja Salman Ajak Para Pemimpin Dunia Intervensi Masalah Al-Aqsha

Survei: Masyarakat Umumnya Merasa LGBT Mengancam

Survei: Masyarakat Umumnya Merasa LGBT Mengancam

Baca Juga

Berita Lainnya