Kamis, 8 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Pondok Pesantren Diminta Lakukan Pencegahan Virus Corona

hidayatullah.com
[Ilustrasi] Ustadz menyampaikan pengumuman kepada para santri terkait pencegahan virus corona di Pondok Pesantren Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/03/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setiap madrasah berbasis asrama dan pondok pesantren diminta oleh pemerintah agar mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona jenis baru asal China (Covid-19).

Caranya, yaitu dengan melakukan edukasi kepada santri/murid agar melakukan cuci tangan pakai sabun, membersihkan lingkungan asrama, menggulung karpet masjid/mushalla, dan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin di Jakarta.

“Madrasah berasrama dan pesantren agar menyiapkan hand sanitizer dan memastikan orang yang keluar masuk asrama/kompleks terbebas dari corona dengan melakukan pemeriksaan tempratur,” ujar Kamaruddin dalam siaran pers Kemenag diterima hidayatullah.com semalam (14/03/2020).

Baca: Kemenag Minta Pendidikan Islam Ikuti Kebijakan Pemda Cegah Covid-19

Selain itu, Kemenag juga meminta lembaga-lembaga pendidikan Islam agar mengintensifkan koordinasi dengan puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

Hal ini dinilai penting dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.

“Apabila terdapat siswa/santri/guru/lainnya yang mengalami gejala virus Covid-19, agar segera berkoordinasi dengan puskesmas/fasilitas Kesehatan lainnya terdekat,” ujar Kamaruddin.

Baca: Menteri Perhubungan RI Positif Terjangkit Virus Corona

Selain itu, Kemenag meminta madrasah dan pondok pesantren yang berbasis asrama/ma’had/pondok pesantren agar membatasi aktivitas santri/murid di luar asrama. Katanya, kalau memungkinkan orangtua/wali santri/murid tak menjenguk terlebih dahulu.

Terkait upaya antisipasi kebutuhan murid madrasah selama penutupan belajar di kelas, Kamaruddin meminta Kanwil dan Kenkemenag agar memerintahkan kepala dan guru madrasah untuk menyiapkan bahan belajar bagi murid.

Sebab, lanjutnya kegiatan belajar murid sejatinya tetap berjalan, tapi berpindah ke rumah masing-masing.

Baca: Din: Cara Pemerintah Tangani Wabah Corona Harus Dikritik

Kemenag juga meminta pendidikan Islam agar mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan ujian di madrasah dan pondok pesantren agar menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat,” ujar Kamaruddin.

Ia mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah daerah telah mengambil kebijakan menutup kegiatan belajar di sekolah.

“Pendidikan Islam juga menyesuaikan, termasuk untuk daerah Jabodetabek,” ujarnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Tuty Alawiyah: Perempuan Tidak Harus Sumur, Dapur dan Kasur

Tuty Alawiyah: Perempuan Tidak Harus Sumur, Dapur dan Kasur

Mencari Keadilan Untuk Suratmi, Muhammadiyah Akan Otopsi Jasad Siyono

Mencari Keadilan Untuk Suratmi, Muhammadiyah Akan Otopsi Jasad Siyono

Ranu Dinilai Terkategori Melakukan Tugas Jurnalistik

Ranu Dinilai Terkategori Melakukan Tugas Jurnalistik

Polda Metro Jaya Tidak Beri Izin Perayaan Israel

Polda Metro Jaya Tidak Beri Izin Perayaan Israel

AICHR: Tak Ada Komitmen Kuat Myanmar Selesaikan Masalah Rohingya

AICHR: Tak Ada Komitmen Kuat Myanmar Selesaikan Masalah Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya