Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI Sesalkan Dubes India Batal Hadiri Dialog yang Dubes Minta

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Rapat koordinasi MUI dengan perwakilan ormas-ormas Islam di kantor MUI, Jakarta, Kamis (12/03/2020). Sedianya acara ini dialog interaktif antara Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat dan ormas Islam, namun sang dubes batal hadir.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, batal menghadiri dialog dengan ormas-ormas Islam yang difasilitasi Majelis Ulama Indonesia di kantor MUI, Jakarta, Kamis (12/03/2020).

Wakil Ketua Umum (MUI), KH Muhyiddin Junaidi menyesalkan ketidakhadiran Dubes India tersebut.

MUI menilai perbuatan Dubes India itu tidak menghormati MUI, padahal sebelumnya pihak Dubes India lah yang meminta untuk bersilaturahim ke MUI.

“Duta Besar India untuk Indonesia yang minta silaturahim ke MUI. Kami kecewa atas pembatalan tersebut. Pembatalan sepihak seakan-akan dia tidak menghormati kesepakatan kita,” ujar Kiai Muhyiddin di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (12/03/2020).

Baca: Masyarakat Indonesia Desak India Setop Diskriminasi Muslim

Kiai Muhyiddin menilai, orang yang melakukan pembatalan pertemuan adalah orang yang menyadari kesalahannya. Jika merasa benar, pasti akan berani menghadapi apapun, termasuk menghadiri dialog yang dibuatnya sendiri.

“Nah, dengan sangat menyesal kita tetap bertemu tanpa Duta Besar,” jelasnya.

Baca: MUI Kutuk Keras Pembakaran Masjid, Ingatkan Pemerintah India Tak Diskriminatif

Dia mengatakan, seharusnya Duta Besar India berterima kasih kepada MUI karena memfasilitasi pertemuannya dengan pimpinan pusat ormas Islam Indonesia, guna menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi di India.

“Seharusnya, Duta Besar India berterima kasih kepada MUI. Kesempatan itu harusnya bisa dimanfaatkan oleh Dubes India untuk mengklarifikasi apa-apa yang dituduhkan terhadap negaranya,” tutupnya.

Baca: Muslim di Subhash Mohalla Menceritakan Serangan Gerombolan Perusuh di India

Sebelumnya, pekan lalu di New Delhi, India, 46 orang terbunuh karena gerombolan besar Hindu menyapu kota itu. Kekerasan telah menarik semakin banyak warga India untuk turun ke jalan, serta membuat Muslim dan Hindu saling berhadap-hadapan.

Banyak Muslim di India mencurigai pemerintah mereka telah berupaya menyangkal tempat mereka dalam masyarakat India. Aktivis hak-hak sipil menuduh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sengaja menanamkan rasa takut di kalangan umat Islam, dan menekan mereka agar mulai meninggalkan negara itu.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sikapi RUU HIP, Muhammadiyah Kirim Tim Jihad Konstitusi

Sikapi RUU HIP, Muhammadiyah Kirim Tim Jihad Konstitusi

Kesehatan KH Miftah Farid Sudah Membaik

Kesehatan KH Miftah Farid Sudah Membaik

PWNU Jatim Tolak Legalisasi Investasi Miras,  Dorong PBNU Tegas pada Pemerintah

PWNU Jatim Tolak Legalisasi Investasi Miras, Dorong PBNU Tegas pada Pemerintah

Kiai Subadar: NU Harus Bersih dari Jaringan Islam Liberal

Kiai Subadar: NU Harus Bersih dari Jaringan Islam Liberal

PP Aisyiah: Jangan Halangi Kowan TNI Untuk Berjilbab

PP Aisyiah: Jangan Halangi Kowan TNI Untuk Berjilbab

Baca Juga

Berita Lainnya