Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

DPR Minta Mendikbud Rilis Prosedur Pencegahan Corona bagi Sekolah dan Kampus

ist.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim menerbitkan aturan sebagai pedoman prosedur pencegahan dan penanganan bagi seluruhi institusi pendidikan, baik sekolah formal-informal, hingga perguruan tinggi untuk menghadapi wabah virus corona.

“Prioritas utama kemendikbud harus melindungi seluruh warga sekolah, siswa dan guru, serta civitas akademi di kampus mengantisipasi wabah virus corona,” ujar Fikri di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (04/03/2020) dalam rilisnya kepada hidayatullah.com.

Fikri menilai, setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Indonesia tak lagi bebas terhadap wabah corona, pusat-pusat keramaian, terutama institusi pendidikan merupakan salah satu episentrum penyebaran virus mematikan itu. “Tentu saja kita tidak berharap demikian, namun langkah antisipasi wajib dilakukan,” ujarnya.

Fikri meminta prosedur penanganan yang komprehensif, berkoordinasi penuh dengan dinas-dinas pendidikan di daerah, serta instansi penanganan wabah seperti kementerian kesehatan dan dinas kesehatan.

“Ini adalah kerja bersama pemerintah pusat dan daerah, khususnya untuk mencegah anak-anak kita terpapar wabah,” ujarnya.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan sekolah dan kampus adalah menggalakkan edukasi pola hidup sehat untuk mencegah infeksi. “Sosialisasikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, menyediakan desinfektan, makan yang bergizi dan rutin berolahraga,” ujarnya.

Terkait olahraga, sesuai dengan tujuan keolahragaan nasional yang tercantum dalam UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, salah satunya memperkukuh ketahanan nasional. “Kita harus menyadari bahwa dengan tubuh yang sehat melalui rutin berolahraga, maka dapat meminimalisir ancaman wabah virus seperti yang tengah melanda dunia saat ini,” ucapnya.

Fikri pun mengingatkan mengenai amanat pasal 79 dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang mengatur tentang kesehatan sekolah. “Diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik, baik di lingkup formal maupun informal,” sebutnya.

Terkait mencontoh antisipasi di negara lain yang meliburkan sekolah-sekolah dan kampus di lokasi yang terdampak wabah, Fikri berpendapat, hal itu merupakan kewenangan kepala daerah.

“Kepala daerah dan dinas terkait bisa mengukur sejauh mana urgensi meliburkan sekolah, kampus, ataupun menutup wilayah keramaian lainnya berdasarkan kebutuhan, untuk saat ini belum perlu, dan semoga untuk seterusnya juga tidak,” ujarnya.

Disebutkan, meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun kampus dalam masa karantina yang ditentukan otorita setempat merupakan salah satu rekomendasi WHO yang bertujuan untuk meminimalkan epidemi virus corona.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Salam (Editorial) Suara Hidayatullah edisi Februari 2003

Salam (Editorial) Suara Hidayatullah edisi Februari 2003

Bertekad Lebih Agresif di 2021, Sekolah Pemikiran Islam Buka Kelas di Awal Tahun

Bertekad Lebih Agresif di 2021, Sekolah Pemikiran Islam Buka Kelas di Awal Tahun

HTI: Memilih untuk Tak Memilih Bagian Hak Asasi Manusia

HTI: Memilih untuk Tak Memilih Bagian Hak Asasi Manusia

Haedar Nashir Pimpin Perolehan Suara Calon Ketua Umum Muhammadiyah

Haedar Nashir Pimpin Perolehan Suara Calon Ketua Umum Muhammadiyah

Polda Sulselbar Klaim Telah Tertibkan Miras Ilegal

Polda Sulselbar Klaim Telah Tertibkan Miras Ilegal

Baca Juga

Berita Lainnya