Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

KUII VII Rekomendasikan DPR Tolak RUU Ciptaker…

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 di Bangka Belitung
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya terkait penolakan terhadap Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja –sebelumnya Cipta Lapangan Kerja/RUU Cilaka.

“Mendorong legislator agar menolak dengan tegas RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja jika RUU tersebut tidak berkesesuaian dengan kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa serta jika bertentangan dengan asas-asas hukum yang ada,” ujar Ketua Panitia Pengarah KUII VII di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com di Babel, Sabtu (29/02/2020).

Baca: MUI Jatim Desak MUI Pusat Kembali Dengungkan Fatwa Syiah

Anwar Abbas menyampaikan hal itu sebagai penjelasan panitia pengarah KUII VII terkait sejumlah isu yang sedang hangat di Indonesia.

Penjelasan itu, kata Anwar, disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Sehubungan dengan beredarnya berita di media berita online dan di medsos mengenai keputusan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII Tahun 2020 tadi malam di Pangkalpinang, Babel, khususnya terkait dengan penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja, RUU Minuman Beralkohol, RUU PKS, RUU Ketahanan Keluarga, dan RUU KUHP,” sebutnya.

Baca: Menag: Mari Bersama Kembali ke Islam

Menurut Anwar, bahwa hasil Komisi Rekomendasi yang disampaikan oleh juru bicara komisi tersebut tadi malam, Jumat (28/02/2020), itu belum final. Sebab, jelasnya, oleh pimpinan sidang belum dimintakan tanggapan dan persetujuannya kepada peserta terkait hasil Komisi Rekomendasi, mengingat waktu yang sudah larut malam yaitu pukul 22.00 WIB malam. Sementara saat itu Menteri Agama Fachrul Razi yang akan menutup acara sudah lama menunggu.

“Maka oleh pimpinan sidang ditawarkan untuk tidak dibuka forum tanggapan. Tetapi kepada peserta diminta untuk menyampaikan tanggapannya secara tertulis sebagai bahan pertimbangan bagi panitia pengarah untuk menyempurnakan hasil rumusan rekomendasi dari komisi tersebut,” sebut Anwar.

Tawaran pimpinan sidang itu pun, lanjutnya, diterima secara aklamasi oleh peserta rapat pleno. Dan ternyata begitu acara penutupan selesai, banyak pihak telah menyampaikan sikap dan pandangan serta keberatan-keberatannya tentang hasil komisi rekomendasi tersebut.* Azim Arrasyid

Laporan ini terlaksana atas kerjasama Dompet Dakwah Media

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FOZ: UU Ciptaker Berpotensi Memperparah Kesenjangan Ekonomi, Menambah Kantong Kemiskinan Baru

FOZ: UU Ciptaker Berpotensi Memperparah Kesenjangan Ekonomi, Menambah Kantong Kemiskinan Baru

Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Visum Korban

Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Visum Korban

Solidaritas Nahdhiyyin Marah Kafe Ponti Beroperasi Lagi

Solidaritas Nahdhiyyin Marah Kafe Ponti Beroperasi Lagi

‘Spirit 212 Tak Akan Pernah Padam’

‘Spirit 212 Tak Akan Pernah Padam’

MUI: KUII dari Umat untuk Umat, Bangsa, dan Negara

MUI: KUII dari Umat untuk Umat, Bangsa, dan Negara

Baca Juga

Berita Lainnya