Omnibus Law

KUII VII Rekomendasikan DPR Tolak RUU Ciptaker…

"Jika RUU tersebut tidak berkesesuaian dengan kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa serta jika bertentangan dengan asas-asas hukum yang ada"

KUII VII Rekomendasikan DPR Tolak RUU Ciptaker…
Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 di Bangka Belitung

Terkait

Hidayatullah.com– Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya terkait penolakan terhadap Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja –sebelumnya Cipta Lapangan Kerja/RUU Cilaka.

“Mendorong legislator agar menolak dengan tegas RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja jika RUU tersebut tidak berkesesuaian dengan kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa serta jika bertentangan dengan asas-asas hukum yang ada,” ujar Ketua Panitia Pengarah KUII VII di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com di Babel, Sabtu (29/02/2020).

Baca: MUI Jatim Desak MUI Pusat Kembali Dengungkan Fatwa Syiah

Anwar Abbas menyampaikan hal itu sebagai penjelasan panitia pengarah KUII VII terkait sejumlah isu yang sedang hangat di Indonesia.

Penjelasan itu, kata Anwar, disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Sehubungan dengan beredarnya berita di media berita online dan di medsos mengenai keputusan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII Tahun 2020 tadi malam di Pangkalpinang, Babel, khususnya terkait dengan penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja, RUU Minuman Beralkohol, RUU PKS, RUU Ketahanan Keluarga, dan RUU KUHP,” sebutnya.

Baca: Menag: Mari Bersama Kembali ke Islam

Menurut Anwar, bahwa hasil Komisi Rekomendasi yang disampaikan oleh juru bicara komisi tersebut tadi malam, Jumat (28/02/2020), itu belum final. Sebab, jelasnya, oleh pimpinan sidang belum dimintakan tanggapan dan persetujuannya kepada peserta terkait hasil Komisi Rekomendasi, mengingat waktu yang sudah larut malam yaitu pukul 22.00 WIB malam. Sementara saat itu Menteri Agama Fachrul Razi yang akan menutup acara sudah lama menunggu.

“Maka oleh pimpinan sidang ditawarkan untuk tidak dibuka forum tanggapan. Tetapi kepada peserta diminta untuk menyampaikan tanggapannya secara tertulis sebagai bahan pertimbangan bagi panitia pengarah untuk menyempurnakan hasil rumusan rekomendasi dari komisi tersebut,” sebut Anwar.

Tawaran pimpinan sidang itu pun, lanjutnya, diterima secara aklamasi oleh peserta rapat pleno. Dan ternyata begitu acara penutupan selesai, banyak pihak telah menyampaikan sikap dan pandangan serta keberatan-keberatannya tentang hasil komisi rekomendasi tersebut.* Azim Arrasyid

Laporan ini terlaksana atas kerjasama Dompet Dakwah Media

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !