Wacana Parpol Islam Tunggal, PAN: Silaturahim Kekuatan Besar Bangun Politik

Ali Taher mengatakan, silaturahim merupakan salah satu dari lima unsur untuk memperebutkan kekuasaan

Wacana Parpol Islam Tunggal, PAN: Silaturahim Kekuatan Besar Bangun Politik
Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Ketua DPP PAN Ali Taher Parasong (kanan) pada Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 di Pangkal Pinang, Babel, Kamis (27/02/2020).

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua DPP PAN, Ali Taher Parasong mengungkapkan bahwa silaturahim merupakan kekuatan besar dalam membangun politik. Hal itu disampaikannya terkait wacana pembentukan partai politik Islam tunggal yang mengemuka pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII.

“Saya melihat kekuatan yang besar dalam membangun politik adalah silaturrahim,” ujar Ali Taher setelah acara silaturahim dan tukar pikiran dengan partai-partai politik dalam rangkaian acara KUII ke-7 di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis malam. Kongres berlangsung hingga Sabtu (29/02/2020).

Ali Taher mengatakan, silaturahim merupakan salah satu dari lima unsur untuk memperebutkan kekuasaan. Kelima unsur tersebut yaitu idealisme, jaringan, kepercayaan, membangun silaturrahim yang berkelanjutan, dan modal kerja.

Baca: PPP Tekankan Kesamaan Sikapi Wacana Parpol Islam Tunggal

Terkait wacana parpol Islam tunggal, Ali Taher menyampaikan pandangan sisi lain. Ali memandang wacana itu sulit diwujudkan jadi kenyataan. Sebab Indonesia adalah negara yang besar dan majemuk, sehingga menurutnya sulit untuk mempersatukan umat.

Selain itu, menurutnya, faktor antropologi juga mempengaruhi sehingga masyarakat sulit bersatu karena jumlah aliran di Indonesia juga terlalu banyak. “Oleh karena itu berkaca pada pemilu 1955 kita paling banyak tujuh partai politik, itu baru cukup,” ujar Ali.

Menurutnya juga, salah satu kelemahan umat Islam dalam memperjuangkan kemenangan politik adalah tidak memiliki mapping (pemetaan) yang cukup. Politik perlu pemetaan kekuatan demografi, jumlah penduduk dan sebarannya, serta basis umat Islam di Indonesia.

Mapping itu hampir rata-rata partai politik yang berbasis Islam itu tidak punya, sehingga ketika memperebutkan apa yang disebut dengan basis massa itu kita (hanya) berasumsi, jadi tidak fokus,” sebut Ali.

Baca: Din Dorong Kongres Umat Islam Lahirkan Parpol Islam Tunggal

Menurutnya pula, partai berbasis Islam juga tidak mempunyai calon, sosok, dan figur yang tangguh di dunia politik. Menurutnya belum ada figur yang memiliki visi yang kuat dan kemampuan akademisi yang baik di partai-partai Islam. Kalau figur-figur yang memiliki kemampuan agama rata-rata cukup.

Selain itu, menurutnya, kekuatan jaringan partai Islam juga masih kurang. Bahkan yang lebih parah masih menurutnya rata-rata partai politik tidak begitu dipercaya oleh publik.

Perwakilan partai-partai politik yang menghadiri KUII ke-VII di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sekarwati, Presiden PKS Sohibul Iman, Sekretaris Jenderal PPP Asrul Sani, Ketua DPP PAN Ali Taher, dan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid.

Baca: MUI “Sambut” Usulan Din Bentuk Partai Politik Islam Tunggal

Sebelumnya, Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin mengangkat agenda politik sebagai salah satu dari sejumlah agenda prioritas yang disampaikannya pada KUII VII di Kota Pangkal Pinang, Babel, Kamis (27/02/2020).

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 ini mendorong agar umat Islam pada kongres umat Islam itu mencetuskan satu partai politik Islam, sebagai kendaraan politik umat yang mayoritas di Indonesia ini.

“Agenda politik umat Islam perlu mengambil beberapa opsi pendekatan: Pertama, mendorong adanya partai politik Islam tunggal yang secara formal berfungsi sebagai kendaraan politik tokoh-tokoh umat Islam dan sarana artikulasi aspirasi politik umat Islam,” ujar Din dalam pidatonya pada Sidang Pleno III KUII ke-7 yang berdasarkan pantauan hidayatullah.com berlangsung hampir satu jam lamanya itu.

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 diselenggarakan pada 26-29 Februari 2020 di Bangka Belitung. Acara yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dihadiri tidak kurang 800 peserta. Terdiri dari pengurus MUI Pusat hingga daerah, ormas-ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan pemangku kebijakan lainnya.* Azim Arrasyid

Laporan ini terlaksana atas kerjasama Dompet Dakwah Media

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !