Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda Tolak Terowongan Masjid Istiqlal – Gereja Katedral

Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda
Bagikan:

Hidayatullah.com- Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA) menentang rencana Presiden Joko Widodo membangun terowongan penghubung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat.

Sekretaris AUMA Kiai Fadholi Ruham mengatakan, meskipun rencana pembangunan terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral itu tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan para ulama ini, tetapi pihaknya menolak keras rencana tersebut.

“Karena (rencana Jokowi) yang seperti ini bisa menyulut pertentangan baru,” bunyi pernyataan AUMA diterima hidayatullah.com di Jakarta, Senin (17/02/2020).

Baca: MUI Tidak Setuju Terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral

Para ulama mempertanyakan ungensi pembangunan terowongan penghubung Masjid Istiqlal-Gereja Katedral itu yang sudah jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Negeri ini sedang banyak dirundung krisis, jangan membuat proyek pemborosan seperti itu,” ungkapnya.

Para ulama di Jatim dan Madura mengatakan, toleransi sebatas simbol seperti terowongan bawah tanah ini bukan solusi dalam menangani masalah.

“Jangan disederhanakan seolah-olah bila rumah ibadah berdekatan akan bisa saling menghormati, padahal bisa jadi sebaliknya, menjadi sumber perselisihan,” ungkapnya.

AUMA dan AUTADA menerangkan bahwa toleransi tidak perlu didramatisir, yang penting sebenarnya perlakuan adil dari pemerintah. Kasus Minahasa, misalnya, harus diselesaikan dengan adil, jangan tebang pilih.

“Lebih dari itu indeks toleransi di Sulawesi Utara urutan ke empat versi survei Kementerian Agama, tapi faktanya kayak seperti itu, sama saja dengan survei bohong,” pungkasnya.

Baca: PBNU dan Muhammadiyah Kritik Jokowi Mau Bangun Terowongan Istiqlal-Katedral

Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, Presiden Jokowi pada Jumat (07/02/2020) mengatakan akan membangun terowongan bawah tanah dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral.

Menurut Jokowi ada yang mengusulkan pembuatan terowongan bawah tanah tersebut. Jokowi pun mengakui bahwa ia menyetujui usulan tersebut.

“Tadi ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke (Gereja) Katedral. Tadi sudah saya setujui sekalian, sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Terowongan bawah tanah. Sehingga tidak menyeberang,” sebut Jokowi saat menengok renovasi Masjid Istiqlal.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Bu Haji Traktir Massa Aksi 55, Penjual Gratiskan Es Krim

Bu Haji Traktir Massa Aksi 55, Penjual Gratiskan Es Krim

Militer Nigeria Menolak Klaim Kekhalifahan Islam Boko Haram

Militer Nigeria Menolak Klaim Kekhalifahan Islam Boko Haram

Pemerintah Sebut 128 Warga NTB Terkena Malaria

Pemerintah Sebut 128 Warga NTB Terkena Malaria

Jumlah Wirausaha Indonesia Baru 0,18 Persen

Jumlah Wirausaha Indonesia Baru 0,18 Persen

Peluncuran LSP Penjamin Halal MUI

Peluncuran LSP Penjamin Halal MUI

Baca Juga

Berita Lainnya