MUI Tidak Setuju Terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral

“Kita juga Khawatir nanti ada penyalahgunaan terowongan tersebut. Dan kita tidak bisa mengontrolnya. Nanti yang disalahkan umat Islam lagi, kita khawatir"

MUI Tidak Setuju Terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral
muh. abdus syakur/hidayatullah.com

Terkait

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sependapat dengan sikap Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah perihal rencana pembangunan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat.

Dua ormas Islam itu sebelumnya menyatakan tak setuju bahkan mengkritik rencana Presiden Joko Widodo membangun terowongan penghubung tersebut.

“MUI sejalan dengan sikap NU dan Muhammadiyah, kita juga sama tidak jauh berbeda sikapnya berkaitan dengan terowongan tersebut,” jelas Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi kepada hidayatullah.com di Kantor MUI, Jalan Proklamsi, Jakarta Pusat, Selasa (11/02/2020).

Kiai Muhyiddin juga menilai bahwa pembagunan terowongan bawah tanah tersebut belum perlu dan mendesak.

“Belum punya urgensi yang sangat mendesak bahwa terowongan tersebut dibangun. Apa sih urgensinya?” ujarnya lantas mempertanyakan.

Baca: Jokowi Akan Bangun Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral

MUI khawatir bila terowongan penghubung Masjid Istiqlal-Gereja Katedral itu dibangun justru lebih banyak merugikan dibanding manfaatnya.

“Kita sekarang ini sudah mempunyai basement tempat parkir di Istiqlal, saya khawatir apabila terowongan tersebut dibuka, nanti akan lebih banyak mudharatnya, dibanding manfaatnya,” tambahnya.

Ia menilai, sejak lama pihak Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral untuk saling membantu bila ada kegiatan besar. Ia juga menyarakan agar dana yang digunakan untuk pembangunan terowongan bisa digunakan untuk kepentingan yang lain.

“Kita memang sudah ada komitmen saling membantu. Dana yang dipakai untuk (jembatan) silaturahim itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain. Yang lebih urgent. Kita bekerja itukan berdasarkan tahapan-tahapan,” terangnya.

Baca: PBNU dan Muhammadiyah Kritik Jokowi Mau Bangun Terowongan Istiqlal-Katedral

MUI lebih mengutamakan pembangunan yang berskala besar dan luas manfaatnya.

“Kita lebih mengutamakan proyek-proyek kemanusiaan dan infrastruktur yang sifatnya lebih luas. Saya pikir dana yang besar lebih baik dimanfaatkan ke yang lain,” ujarnya.

Muhyiddin juga khawatir bilamana ada terjadi sesuatu di terowongan, justru nanti yang disalahkan umat Islam lagi bila ada suatu masalah.

“Kita juga Khawatir nanti ada penyalahgunaan terowongan tersebut. Dan kita tidak bisa mengontrolnya. Nanti yang disalahkan umat Islam lagi, kita khawatir,” terangnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !