Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

BNPT Akan Gandeng Ormas Islam terkait WNI Eks ISIS

azim arrasyid/hidayatullah.com
Kepala BNPT Suhardi Alius dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (07/02/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengaku tidak bisa bekerja sendirian terkait wacana pemulangan WNI eks ISIS dari Suriah ke Tanah Air. BNPT mengaku akan menggandeng ormas-ormas Islam.

“Kami BNPT tidak bisa bekerja sendiri. Kita gandeng juga Muhammadiyah, NU, ormas-ormas, termasuk psikolog untuk deradikalisasi. Tidak bisa kami kalau tanpa kementerian terkait dan masyarakat pada umumnya,” ucap Kepala BNPT Suhardi Alius di Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (07/02/2020).

Untuk memulangkan para WNI eks ISIS, menurut Suhardi mesti dipersiapkan program deradikalisasi yang melibatkan para ulama. Sebagai langkah awal perlu diklarifikasi tingkatan radikalitas masing-masing WNI.

“Dan tentu beda-beda, kita klasterkan apakah masuk hardcore inti, apakah militan, apakah masuk suporter ataukah simpatisan. Ini beda-beda, ulamanya juga beda-beda kita kirim,” ujarnya.

Baca: Kepala BNPT Sebut Pemulangan 600 WNI Eks ISIS Tak Gampang

Suhardi juga mengatakan ada 600 lebih orang yang mengaku WNI eks ISIS kebanyakan perempuan dan anak-anak. Mereka berada di tiga kamp di Suriah.

“Jadi, sekarang ya di sana juga demikian perempuan dan anak, walaupun yang 600 lebih itu kami dapatkan adalah mayoritas perempuan dan anak-anak. Tapi kan mereka sudah punya pengalaman semacam itu. Nah, ini perlu jadi pemikiran kita semua,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI), Ustadz Zaitun Rasmin meminta pemerintah agar melibatkan kalangan ulama terkait wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks simpatisan ISIS.

“Pada prinsipnya seluruh warga negara punya hak untuk pulang selama kewarganegaraan mereka masih berlaku, ” kata Ustadz Zaitun saat ditemui hidayatullah.com di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (05/02/2020).

Baca: MUI Minta Ulama Dilibatkan Terkait Eks Simpatisan ISIS

Mengantisipasi kekhawatiran masyarakat bahwa mereka akan menyebarkan pemahamannya di Indonesia, Zaitun meminta agar dilakukan pendekatan persuasif untuk menyamakan persepsi terhadap konsep Islam wasathiyah.

Menurut dia, ulama juga perlu dilibatkan dalam memberikan pemahaman kepada mereka.

“Sepatutnya melibatkan ulama MUI karena MUI kumpulan dari berbagai umat Islam dan konsisten terhadap konsep Islam wasathiyah. Apabila belum bisa berubah, mungkin ada cara lain dan ulama juga harus diberi kesempatan,” ujarnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PAN: Usir Duta Besar Myanmar dari Indonesia

PAN: Usir Duta Besar Myanmar dari Indonesia

Pemerintah Siap Dikritik dengan Keras, YLBHI Singgung Buzzer yang Kebal UU ITE

Pemerintah Siap Dikritik dengan Keras, YLBHI Singgung Buzzer yang Kebal UU ITE

Pejabat Mufti Persekutuan Malaysia Kunjungan Kerja ke PP Darussalam Gontor

Pejabat Mufti Persekutuan Malaysia Kunjungan Kerja ke PP Darussalam Gontor

Sebut Ada Radikalis Ekstremis di Kelompok 02, Said Aqil Dipolisikan

Sebut Ada Radikalis Ekstremis di Kelompok 02, Said Aqil Dipolisikan

Anggota DPR: Pemerintah Diminta Segera Merehabilitasi Media Yang Sempat Diblokir

Anggota DPR: Pemerintah Diminta Segera Merehabilitasi Media Yang Sempat Diblokir

Baca Juga

Berita Lainnya