Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Formasi Jabar Desak Acara Pawai Budaya Lintas Agama Dibatalkan

Bagikan:

Hidayatullah.com– Seratusan massa yang tergabung dalam Forum Ormas Islam (Formasi) melakukan aksi damai di depan Gedung Sate (Kantor Gubernur Jabar) Jl Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (03/02/2020).

Dalam orasinya mereka meminta agar pelaksanaan acara pawai budaya lintas agama yang akan digelar Pemkot  Bandung untuk dibatalkan.

“Kita tadi sudah melakukan audiensi dengan Pemkot Bandung namun karena Bapak Wali Kota tidak ada maka kita datang ke sini (Gedung Sate, red),” ungkap Iwan selaku koordinator aksi.

Iwan menjelaskan pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pemprov Jabar yang diterima oleh Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Gedung Sate.

“Alhamdulillah Pak Wagub Uu bersedia menerima dan barusan melakukan audiensi dengan perwakilan ormas Islam,” terangnya.

Menurut Iwan, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum secara prinsip setuju dan mendukung upaya Formasi agar acara pawai budaya lintas agama yang akan dilaksanakan Pemkot Bandung untuk dibatalkan.

“Alhamdulillah, Pak Wagub bersama kita dan meminta kita untuk mengawalnya,” ujarnya.

Selain itu, sambung Iwan, dalam audiensi dengan Wagub Jabar juga hadir perwakilan FKUB Jabar, Kemenag Jabar dan juga pihak PGI.

“Perwakilan FKUB Jabar juga sepakat agar acara tersebut dibatalkan karena justru dianggap dapat menimbulkan konflik dan mencederai makna toleransi itu sendiri,” jelasnya.

Iwan menambahkan dari pihak PGI juga akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkot Bandung untuk meninjau ulang rencana pawai budaya lintas agama.

“Intinya pihak PGI setuju kalau acara itu dibatalkan untuk digelar,” ungkap Iwan.

Atas hasil audiensi tersebut, Iwan meminta massa aksi untuk membatalkan atau tidak jadi mendatangi pihak PGI. Namun demikian Iwan mengajak semua elemen ormas Islam untuk tetap mengawal perkembangan acara tersebut jadi tidaknya.

“Kita akan kawal terus dan pastikan acara tersebut batal atau jika tetap diadakan maka kita akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” ajaknya.

Selain menuntut acara pawai budaya lintas agama dibatalkan, massa juga menuntut agar Kemenag mencabut atau membatalkan rencana yang akan mengatur materi khutbah Jumat.

Menjelang ashar, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Sebelumnya massa juga melakukan aksi di depan Balaikota Bandung. Namun saat audiensi dengan Wali Kota Bandung Odded M Danial tidak ada ditempat.

Formasi sendiri terdiri dari beberapa elemen ormas Islam seperti DDII, FPI, Wahdah Islamiyah, KAMMI, ANNAS, PASS, Kodas, dan sebagainya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung akan menyelengarakan pawai budaya lintas agama pada 15 Februari 2020 mendatang. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusivitas antar umat beragama dan saling menjaga kerukunan di Kota Bandung.

“Sebenarnya mau diadakan pada tanggal 18 Januari 2020 tapi permintaan dari pemuka agama dari hasil rapat diputuskan diundur ke 15 Februari 2020 supaya persiapannya lebih gebyar. Rencana kita mengadakan pawai budaya lintas agama ada Islam, Kristen (Katolik, Protestan,) Hindu, Buddha, dan Konghucu, nanti kita akan pawai di Asia Afrika, mereka menunjukan khas budayanya masing-masing, dan ini baru pertama kali di Indonesia,“ jelas Wali Kota Bandung Oded M Danial di Jl  Suryani Kota Bandung, sebagaimana dikutip beritainspiratif.com, Senin (20/01/2020).*/Iman-Hidcom

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemko Bengkulu Siapkan Perda Wajib Shalat Jumat

Pemko Bengkulu Siapkan Perda Wajib Shalat Jumat

Gubernur Jawa Barat Alami Kecelakan Beruntun, Alphardnya Penyok

Gubernur Jawa Barat Alami Kecelakan Beruntun, Alphardnya Penyok

Polri Tak Beri Tenggat Waktu Pengungkapan Kasus Teror Novel

Polri Tak Beri Tenggat Waktu Pengungkapan Kasus Teror Novel

Salahi Kepgub 188/94, MUI Jatim Himbau Polisi Batalkan Seminar Ahmadiyah

Salahi Kepgub 188/94, MUI Jatim Himbau Polisi Batalkan Seminar Ahmadiyah

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Baca Juga

Berita Lainnya