Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Larang Kedatangan Warga China, Setop Sementara Bebas Visa

BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama jajarannya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (02/02/2020) terkait wabah virus korona.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Pemerintah Indonesia melarang kedatangan warga dari China ke Indonesia untuk sementara terkait wabah virus korona dari Kota Wuhan, China.

Selain itu, Indonesia juga memberlakukan penghentian sementara bebas visa kunjungan dan visa on arrival bagi warga China.

Tidak disebutkan sampai kapan pelarangan ini berlaku. Langkah Indonesia ini mengikuti langkah sejumlah negara yang terlebih dulu memberlakukan larangan masuk bagi warga China, antara lain Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura.

Baca: Presiden Gelar Ratas di Halim Terkait Evakuasi WNI dari Wuhan

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dalam keterangan persnya setelah rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Ahad (02/02/2020) mengatakan, warga China juga dilarang transit di Indonesia.

“Pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland (daratan) China,” ujar Menlu.

Menlu menjelaskan, seluruh pendatang yang tiba dari daratan China dan telah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

Baca: Dua Ratusan WNI dari Wuhan Dievakuasi, 7 Batal Dipulangkan

Wabah virus korona telah menelan ratusan korban jiwa, data hingga Ahad (02/02/2020), sudah 305 orang meninggal dunia di China akibat virus mematikan itu. Sedangkan jumlah penderita sudah mencapai lebih dari 14.500 orang.

Menurut Menlu Retno, sejumlah 243 orang, termasuk 5 orang Tim Aju (tim pendahulu) yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, telah tiba dengan selamat di Natuna pada Ahad.

Kementerian Perhubungan RI telah memutuskan melakukan penundaan penerbangan dari/ke seluruh destinasi di China, tidak termasuk Hong Kong dan Macau, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca: Menjaga Kebersihan Dapat Mencegah Virus

Penundaan berlaku mulai Rabu (05/02/2020) pukul 00.00 WIB. Keputusan itu diambil sehubungan dengan perkembangan wabah virus korona akhir-akhir ini menyusul peningkatan skala epidemik virus korona dan status darurat global yang ditetapkan WHO dan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam ratas, Ahad.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad, menjelaskan, penundaan sementara itu ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular virus korona.

Sebab, disebutkan, salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Anies: Pemberian IMB di Tanah Reklamasi Sesuai Prosedur

Anies: Pemberian IMB di Tanah Reklamasi Sesuai Prosedur

FPKS Dorong Indonesia Tempuh Jalur Diplomatik Soal HAM Uighur

FPKS Dorong Indonesia Tempuh Jalur Diplomatik Soal HAM Uighur

Kunjungan di Sukabumi, Aher Urung Hadir Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah

Kunjungan di Sukabumi, Aher Urung Hadir Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah

MUI: Umat Islam Bali Jangan Eklusive

MUI: Umat Islam Bali Jangan Eklusive

Beda Sikap Soal Khilafah ISIS, Eks JAT Dirikan JAS

Beda Sikap Soal Khilafah ISIS, Eks JAT Dirikan JAS

Baca Juga

Berita Lainnya