Senin, 6 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Fahira: Lutfi Pemuda Berempati, Berani Suarakan Keresahan Publik

istimewa
Senator DPD RI Fahira Idris (kanan) dan Dede Lutfi Alfiandi (Lutfi)
Bagikan:

Hidayatullah.com- Senator DPD RI Fahira Idris memuji Dede Lutfi Alfiandi (Lutfi) sebagai sosok pemuda yang berani dan punya sensitifitas terhadap situasi di negeri ini.

Setelah sempat menjalani masa tahanan sejak 3 Oktober 2019 dan mengikuti proses persidangan selama lebih kurang satu bulan sejak sidang pertama digelar pada 12 Desember 2019, Lutfi akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Vonis 4 bulan oleh hakim sudah dipotong dengan masa tahanan yang telah dijalani Lutfi membuatnya bisa langsung kembali ke pelukan keluarga.

Fahira menilai, walau divonis bersalah, baginya Lutfi bukanlah seorang kriminal apalagi seorang mantan narapidana.

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini memandang Lutfi sebagai contoh generasi muda yang punya empati, sensitifitas, dan keberanian ikut menyuarakan apa yang menjadi keresahan masyarakat luas.

Sosok pemuda seperti Lutfi, katanya, memang harus bersuara karena kelak di masa mendatang merekalah yang akan merasakan dampak dari sebuah kebijakan atau undang-undang yang dinilai tidak sesuai dengan semangat reformasi dan prinsip-prinsip demokrasi.

“Lutfi hanya menyuarakan keresahan publik dalam sebuah demonstrasi yang dilindungi undang-undang. Dia bukan seorang kriminal walau diputus hakim bersalah. Saya yakin publik juga memahami ini dan Insya Allah, tidak ada stigma kepada Lutfi sebagai mantan narapinda,” ujar Fahira yang turut menyaksikan langsung sidang vonis Lutfi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin dalam keterangannya pada Jumat (31/01/2020).

Fahira pun mengapresiasi tim kuasa hukum LBH Komite Barisan Advokasi Rakyat (KOBAR) atas dedikasinya dan kerja luar biasanya dalam mendampingi Lutfi untuk mendapatkan keadilan.

“Sebagai pribadi dan Senator Jakarta saya sampaikan apresiasi setinggi-tinggi kapada LBH KOBAR yang sudah sangat maksimal membela dan mendampingi Lutfi,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, doa dan dukungan yang diberikan publik kepada Lutfi begitu luar biasa. Doa dan dukungan inilah yang membuat Lutfi dan keluarganya tetap tegar dan merasa tidak sendiri menjalani proses peradilan.

Fahira bersama anggota Ormas Bang Japar selalu menyempatkan diri menghadiri persidangan Lufti.

“Saya saksikan sendiri begitu banyak doa dan dukungan yang mengalir untuk Lutfi. Ini karena apa yang disuarakan dan diperjuangkan Lutfi mewakili keresahan publik atas lahirnya sebuah undang-undang yang dinilai tidak sesuai dengan semangat reformasi,” ujar Fahira.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Komisaris Pelni

Kita Butuh UU Untuk Menangkal Paranoia Ala Komisaris PT Pelni

KOKAM Prambanan Datangi Gereja, Minta Tidak Libatkan Remaja Masjid di Acara Estafet Salib

KOKAM Prambanan Datangi Gereja, Minta Tidak Libatkan Remaja Masjid di Acara Estafet Salib

Cara Menutup Mata Masih Jadi bahan Kajian Peneliti

Cara Menutup Mata Masih Jadi bahan Kajian Peneliti

Kasus Penyadapan tunjukan AS dan Australia tak Tulus Bersahabat

Kasus Penyadapan tunjukan AS dan Australia tak Tulus Bersahabat

FPI Buka Posko Banjir di Seluruh Titik Banjir Ibu Kota

FPI Buka Posko Banjir di Seluruh Titik Banjir Ibu Kota

Baca Juga

Berita Lainnya