Peneliti:

90 Persen Generasi Milenial dan Gen Z Nilai Agama Penting

Maka, memunculkan lingkungan media sosial yang produktif juga sangat penting, sebab milenial atau gen z terkenal sangat bergantung pada dunia digital

90 Persen Generasi Milenial dan Gen Z Nilai Agama Penting
muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Generasi milenial belajar agama

Terkait

Hidayatullah.com– Walaupun hidup dalam gaya modern, kalangan generasi milenial dan generasi setelahnya ternyata tetap memandang penting peran agama dalam kehidupan sehari-sehari.

Setidaknya, menurut Peneliti sekaligus Pendiri Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, sebanyak 90 persen kalangan milenial dan gen z menilai agama penting dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Hasanuddin, angka tersebut sama dengan yang terjadi di Malaysia, Pakistan, dan Mesir.

Kalangan milenial dan gen z diketahui merupakan kelompok yang begitu akrab dengan media sosial dan digital. Oleh karena itu, Hasanuddin menilai bahwa agenda mengarusutamakan narasi yang lebih produktif di media sosial sangat penting.

Ia menilai, kaum Muslim di masa mendatang akan didominasi kalangan usia produktif. Maka, memunculkan lingkungan media sosial yang produktif juga sangat penting, sebab milenial atau gen z terkenal sangat bergantung pada dunia digital.

Selain itu, tokoh-tokoh agama atau lembaga-lembaga agama dituntut berperan lebih untuk menciptakan iklim yang produktif, terutama di dunia media sosial.

Hal itu diungkapkan dalam FGD Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 yang digelar di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (21/01/2020). Pada kesempatan ini, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, menjelaskan sebagaimana keterangan MUI bahwa mengisi dunia digital atau medsos dengan konten produktif penting, untuk memicu literasi di tengah masyarakat.

Walaupun perkembangan media sosial sudah sangat cepat di Indonesia dan penggunannya sudah melimpah, akan tetapi kualitasnya belum menggembirakan.

Masduki menilai, pada konteks literasi medsos, negara Indonesia masih sangat rendah. Katanya, belum banyak orang yang paham secara mendalam medsos dan media digital, sehingga cuma menjadi objek (konsumen) media sosial.

“Ada dua kata yang selalu menjadi pembicaraan tentang sosial media, pertama adalah post truth dan turunannya adalah firehouse of falsehood, dua persoalan ini menjadi sesuatu yang bisa menjadi penyakit yang berbahaya buat kita,” sebutnya.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !