Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Wasekjen MUI: Tak Perlu Sertifikat Kelembagaan untuk Jadi Dai

Abdul Mansur J/hidayatullah.com
Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly di kantor MUI, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly, program sertifikasi dai yang diprogramkan MUI tidaklah untuk menentukan kesahihan seorang dai atau penceramah.

Menurut Nadjmuddin, sertifikasi sesungguhnya bagi seorang dai itu berasal dari Al-Qur’an, sebagaimana dalam Surat Ali Imran ayat 104.

“SK orang menjadi mubaligh, penceramah itu, SK-nya dari Al-Qur’an, Surat Ali Imran ayat 104. ‘Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; (merekalah orang-orang yang beruntung). Itulah mandatnya,” ungkap Nadjamuddin di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Nadjamuddin menjelaskan bahwa program sertifikasi yang dijalankan MUI semata program rutin untuk penguatan kualitas penceramah, bukan sebagai penentu kelayakan.

“Itu hanya program biasa saja. Kalau tiba-tiba nanti semua diformalkan, dai-dai sedang ceramah diminta, mana sertifikatnya dari MUI, jadi itu sekadar kegiatan rutin aja,” sebutnya.

Menurut Nadjamuddin, untuk menjadi seorang penceramah, tidak perlu sertifikat kelembagaan. Pasalnya, berdakwah adalah perintah Tuhan. Sehingga, katanya, jika seseorang benar mempunyai ilmu atau wawasan agama yang kuat, dia bisa menjalankan tugas tersebut.

“Jadi tak perlu harus ada sertifikasi kelembagaan. Ini kan bukan akreditasi kayak seperti di perguruan tinggi. Karena ada hadistnya, sampaikanlah walau satu ayat. Masa kita harus menunggu sampai ada sertifikasi. Banyak juga orang otodidak belajar sendiri, bukan harus sarjana IAIN, atau lainnya,” terang Nadjamuddin.

Diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu telah memulai program sertifikasi dai. Para dai ini diberi program wawasan kebangsaan dan cinta NKRI.

Menurut Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, para dai yang disertifikasi ini yang sudah berkiprah di masyarakat. Mereka diundang ke MUI untuk musyawarah dan tukar pikiran untuk menyatukan visi dan koordinasi langkah dakwah.* Abdul Mansur J

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wantim MUI: Pemilu 2019 Cacat Konstitusional Jika KPU Tidak Jujur

Wantim MUI: Pemilu 2019 Cacat Konstitusional Jika KPU Tidak Jujur

Parlemen Indonesia akan Lakukan Langkah-langkah konkrit pada Palestina

Parlemen Indonesia akan Lakukan Langkah-langkah konkrit pada Palestina

Sekjen: PBNU Tak Permasalahkan Cara Keberagamaan HTI

Sekjen: PBNU Tak Permasalahkan Cara Keberagamaan HTI

IKADI Instruksikan Pengurusnya Galang Bantuan untuk Uighur

IKADI Instruksikan Pengurusnya Galang Bantuan untuk Uighur

Produk Mamin China Mudah Masuk ke Indonesia

Produk Mamin China Mudah Masuk ke Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya