Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Protes Keras China yang Langgar ZEE di Perairan Natuna

istimewa
[Ilustrasi] Kapal Penjaga Pantai China
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menurut Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Indonesia telah menyampaikan protes keras terhadap Republik Rakyat China terkait pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia oleh kapal China.

Kemlu RI telah mengkonfirmasi terjadinya pelanggaran ZEE Indonesia, termasuk kegiatan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Penjaga Pantai China (China Coast Guard) di perairan Natuna.

Hal itu terkonfirmasi berdasarkan hasil rapat antar kementerian di Kemlu pada hari Senin (30/12/2019).

Menurut Kemlu, Indonesia menyampaikan protes keras tersebut saat memanggil Duta Besar China untuk Indonesia di Jakarta.

“Kemlu telah memanggil Dubes RRT di Jakarta dan menyampaikan protes ​keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan,” bunyi keterangan resmi Kemlu RI kemarin dikutip hidayatullah.com, Selasa (31/12/2019).

Baca: PKS: Kapal China Usir Nelayan Indonesia di Perairan Kita Tak Bisa Dibiarkan

Kemlu menjelaskan, ZEE Indonesia ditetapkan berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Kemlu mengatakan, China sebagai pihak pada UNCLOS, harus menghormati konvensi PBB tersebut.

Kemlu menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak memiliki overlapping jurisdiction dengan China.

“Indonesia tidak akan pernah mengakui 9 dash-line RRT karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana diputuskan melalui Ruling Tribunal UNCLOS tahun 2016,” tegas Indonesia.

Menurut Kemlu, China merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Kawasan dan kewajiban kedua belah pihak untuk terus meningkatkan hubungan yang saling menghormati, dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan.

Menurut Kemlu, Dubes Chiina mencatat berbagai hal yang disampaikan dan akan segera melaporkan ke Beijing. “Kedua pihak sepakat untuk terus menjaga hubungan bilateral yang baik dengan Indonesia,” sebutnya.

Kemlu mengaku akan terus lakukan koordinasi erat dengan TNI, KKP, dan Bakamla guna memastikan tegaknya hukum di ZEEI.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Ajak Dai Televisi Tentukan Formula Dakwah

MUI Ajak Dai Televisi Tentukan Formula Dakwah

Akan Advokasi Warga, Ketum MUI: Luar Batang Tak Boleh Digusur

Akan Advokasi Warga, Ketum MUI: Luar Batang Tak Boleh Digusur

MUI Sarankan Beri KTP Khusus Aliran Kepercayaan

MUI Sarankan Beri KTP Khusus Aliran Kepercayaan

ILUNI UI Tegaskan Jati Diri sebagai Gerakan Moral, bukan Politik

ILUNI UI Tegaskan Jati Diri sebagai Gerakan Moral, bukan Politik

Kejagung Dukung Perda Larangan Ahmadiyah

Kejagung Dukung Perda Larangan Ahmadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya