Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

BMOIWI Dukung Upaya Mengembalikan LGBT pada Fitrah Kemanusiaan

ist.
Presidium BMOIWI periode 2018 - 2023 hasil Munas XIII di Bandung, Jawa Barat, 27-28 April 2018.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) mendukung upaya elemen masyarakat untuk mengembalikan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kepada fitrah kemanusiaan.

Presidium BMOIWI Dr Sabriati Aziz menjelaskan, perilaku LGBT jelas-jelas bertentangan dengan Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Pancasila dan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan adanya upaya pihak-pihak yang memaksakan dan mempropagandakan LGBT, maka akan berhadapan dengan Pancasila.

“Dan kita semua harus mencegah tumbuh dan perkembangan (LGBT) tersebut,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Senin (30/12/2019).

Baca: AILA Berupaya Mengembalikan LGBT kepada Fitrah Kemanusiaan

Sebelumnya, Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia berupaya untuk mengembalikan kelompok LGBT kepada fitrah kemanusiaan. Upaya tersebut antara lain dengan meluncurkan buku “Transformasi Menuju Fitrah” : LGBT Dalam Perspektif Keindonesiaan di Aula INSISTS, Jl Kalibata Utara II, No 84 Jakarta Selatan, Ahad (29/12/2019).

Sabriati mengatakan, BMOIWI sangat mengapresiasi kehadiran buku buku “Transformasi Menuju Fitrah” itu. Karena ternyata, kata dia, pengidap LGBT yang sudah semakin marak, secara empirik bisa disembuhkan.

“BMOIWI menyambut baik dan akan terus menyebarkan buku tersebut dan memaksimalkan jaringan ormas Islam untuk melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujar aktivis Muslimat Hidayatullah (Mushida) ini.

Baca: Mengembalikan LGBT ke Fitrah dengan Penguatan Nilai Moral-Agama

Ketua Bidang Kajian AILA Indonesia Dr Dinar Dewi Kania mengatakan, meski masyarakat Indonesia mayoritas menolak perilaku LGBT, namun tak berarti masyarakat Indonesia harus membenci dan menjauhi para pelakunya.

Kata Dinar, gerakan penolakan yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia dan upaya Judicial Review pasal-pasal kesusilaan, merupakan gerakan penolakan terhadap pemaksaan nilai-nilai yang bertentangan dengan agama dan moralitas bangsa.

“Sedangkan mereka yang terjebak pada perilaku menyimpang LGBT, tentunya harus dirangkul dan didorong untuk bertransformasi agar bisa hidup sebagaimana fitrah kemanusiaan yang sejati,” ujarnya di Jakarta, Ahad (29/12/2019).*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Habib Rizieq Belum Dapat Visa Keluar Saudi untuk Hadiri Reuni 212

Habib Rizieq Belum Dapat Visa Keluar Saudi untuk Hadiri Reuni 212

Muhammadiyah: SKB Pendirian Rumah Ibadah Perlu

Muhammadiyah: SKB Pendirian Rumah Ibadah Perlu

RUU KKG, Pengerdilan Perempuan di Wilayah Domestik

RUU KKG, Pengerdilan Perempuan di Wilayah Domestik

Republika Disomasi, Anggota DPR RI: Pegiat LGBT Sepertinya Kalap

Republika Disomasi, Anggota DPR RI: Pegiat LGBT Sepertinya Kalap

Tanggap Darurat Banjir Papua 16-29 Maret, 2.317 Personil Diterjunkan

Tanggap Darurat Banjir Papua 16-29 Maret, 2.317 Personil Diterjunkan

Baca Juga

Berita Lainnya