Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Forum Ukhuwah Islamiyah MUI Ramai Bicarakan Uighur

mahladi
Acara Silaturahim Nasional Forum Ukhuwah Islamiyah MUI di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Rabu (18/12/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Desakan agar pemerintah Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera mengeluarkan pernyataan tegas soal Muslim Uighur ramai disuarakan peserta Silaturahim Nasional Forum Ukhuwah Islamiyah MUI yang berlangsung pada Rabu (18/12/2019) di Gedung MUI Pusat, Jakarta.

“Pemerintah Indonesia tak boleh diam sementara banyak negara di dunia sudah bersuara soal Muslim Uighur,” jelas Nanang Mubarak, utusan dari BKPRMI.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Sofyan dari Literasi Muda Mathlaul Anwar. Masyarakat Indonesia, jelas Ahmad, ingin melihat pemerintah berani bersikap tegas untuk membantu penderitaan saudara Muslim di Uighur.

Lima dari tujuh penanya dan penanggap dalam forum tersebut bersuara sama tentang harapan kepada pemerintah untuk segera bersikap tegas soal Uighur. Selain utusan dari BKPRMI dan Mathlaul Anwar, juga dari INSIST, Persistri (organisasi wanita Persis), serta BMOWI. Beberapa peserta yang juga ingin mengemukakan pendapatnya soal Uighur terpaksa harus menahan keinginan itu karena waktu dialog yang terbatas.

Baca: Ozil Peduli Uighur, Mengapa Kita Tidak

Acara Silaturahim Nasional Forum Ukhuwah Islamiyah MUI dihadiri oleh utusan dari ormas-ormas Islam, pemuda-pemuda Islam, serta unsur pimpinan MUI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Sekjen MUI Pusat Zaitun Rasmin, Ketua Komisi Ukhuwah MUI Pusat Buya Adnan Harahap, Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat Nurhasan Zaidi, serta salah seorang ketua komisi MUI Pusat Prof Maman Abdurrahman.

Menanggapi permintaan peserta soal Muslim Uighur ini, Zainut Tauhid yang juga menjabat Wakil Menteri Agama menyatakan MUI Pusat akan segera membuat pernyataan dalam waktu dekat. Dalam beberapa hari ini kita akan buat pernyataan, jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Komunis China telah menahan lebih dari 1 juta etnis Uighur dan minoritas lainnya di kamp-kamp. Sebuah laporan dari kantor berita Indepandent menyebutkan bahwa pemerintah lokal China bermaksud menghapus data para tahanan di kamp-kamp ini. Bocornya rencana tersebut membuat masyarakat dunia bereaksi, setelah sebelumnya terungkap pula soal pelanggaran HAM di kamp-kamp tersebut.* (Mahladi)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Tim Advokasi Markaz Syariah Minta Perlindungan Hukum ke Menko Polhukam

Tim Advokasi Markaz Syariah Minta Perlindungan Hukum ke Menko Polhukam

Puluhan Kiai Pengurus PKB dan PKNU Gabung ke PPP

Puluhan Kiai Pengurus PKB dan PKNU Gabung ke PPP

Kebakaran Hutan di Riau Tembus 1.136 Hektare

Kebakaran Hutan di Riau Tembus 1.136 Hektare

BMH Bertekad Gencarkan Kampanye Infaq untuk Masjidil Aqsha dan Palestina

BMH Bertekad Gencarkan Kampanye Infaq untuk Masjidil Aqsha dan Palestina

Politisi PDIP: Jokowi Tak Akan Turun Cintra Hanya Karena BBM

Politisi PDIP: Jokowi Tak Akan Turun Cintra Hanya Karena BBM

Baca Juga

Berita Lainnya