Selasa, 26 Januari 2021 / 12 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Kemenag: Sertifikasi Penceramah Terhadap Semua Agama

skr/hidayatullah.com
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta Pusat.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan mengeluarkan sertifikasi penceramah dan khatib bagi semua agama yang ada di Indonesia, tidak cuma Islam.

“Penceramah bersertifikat untuk semua agama, tapi enggak mengikat, silakan,” ujar Menteri Agama Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi kutip INI-Net di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Menag menganggap, sertifikasi tersebut dilakukan Kemenag antara lain untuk menguatkan rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa. Termasuk untuk memupuk toleransi antar umat beragama. “Agar semua punya kecintaan kepada bangsa yang tinggi,” katanya setelah Rapat Kerja dengan DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Sertifikasi penceramah/khatib tersebut dianggap bisa menambah wawasan dan kompetensi para penceramah, sehingga mereka bisa menjelaskan nilai keagamaan dari berbagai aspek.

“Kalau mau ikut kita senang, kita tambahkan pengetahuan nasionalisme dan sebagainya,” sebut mantan Wakil Panglima TNI ini.

Oleh karena itu, materi yang dikuatkan terutama mengenai persatuan dan kesatuan nasional. Para penceramah pun diminta agar tidak mengembangkan materi yang bernuansa provokasi. “Hati-hati dalam angkat topik, karena bisa sebabkan goyah kalau angkat topik salah,” sebutnya.

Baca: Kemenag Siapkan Program “Ulama Bersertifikat”

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Kementerian Agama sedang menyiapkan program yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan keilmuan penceramah. Program ini ada kemungkinan diberi nama “Ulama Bersertifikat”.

Menteri Agama Jenderal (TNI) Fachrul Razi mengaku belum menetapkan nama program tersebut karena hingga saat ini masih dalam pembahasan.

“Kita memang punya program itu, tapi belum tahu namanya apa. Ini baru perkiraan saja waktu disinggung pada rapat yang lalu, kira-kira namanya “ulama bersertifikat”. Kalau enggak salah seperti itu. Nanti kita rumuskan seperti apa,” jelas Menag saat bertemu awak media di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Menag memastikan program yang akan dibuat ini tidak akan membatasi ruang gerak para penceramah. Tapi Menag berharap, program yang dibuat akan meningkatkan keilmuan para penceramah sehingga dapat memberikan dampak yang baik dalam peningkatan kualitas umat.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

21 Kiai Madura dan Tokoh Islam Jatim Kecewa Perlakuan Polri

21 Kiai Madura dan Tokoh Islam Jatim Kecewa Perlakuan Polri

Kemenag Jabar: Selama 2015 Ada 39 Kasus Aliran Sesat di Jawa Barat

Kemenag Jabar: Selama 2015 Ada 39 Kasus Aliran Sesat di Jawa Barat

KPK: Jika Ingin Hidup Bebas Jangan Korupsi

KPK: Jika Ingin Hidup Bebas Jangan Korupsi

MUI: Chairun Nisa Sudah 2 Tahun tak Aktif

MUI: Chairun Nisa Sudah 2 Tahun tak Aktif

Muslim Lawyers Club Siap Dampingi Korban Penarikan Cadar di Tangerang

Muslim Lawyers Club Siap Dampingi Korban Penarikan Cadar di Tangerang

Baca Juga

Berita Lainnya