Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag Mengaku Tak Mau Perpanjang Polemik, akan Fokus Layani Umat

Fkusuma
Menteri Agama Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setelah terus menuai sorotan dan kontroversi atas sejumlah pernyataannya terkait radikalisme, cadar, dan celang cingkrang, Menteri Agama Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi akhirnya mengaku ingin mengakhiri polemik tersebut.

Mantan Wakil Panglima TNI ini mengaku akan berkonsentrasi pada upaya melayani umat beragama secara adil.

“Kami tidak ingin memperpanjang polemik itu, fokus saya adalah melayani seluruh umat beragama seadil-adilnya,” ujar Menag Fachrul di Jakarta, Senin (04/11/2019) kutip website resmi Kementerian Agama.

Menag Fachrul tidak menampik bahwa agama Islam menjadi fokus perhatian. Ini karena Islam menjadi agama mayoritas penduduk Indonesia.

Akan tetapi, Menag Fachrul menegaskan tidak akan mengabaikan permasalahan yang dialami umat agama lainnya.

“Yang paling utama dan prioritas perhatian adalah kepada yang mayoritas. Agama Islam yang paling banyak dianut di Indonesia. Kita memberikan perhatian kepadanya tapi tidak mengabaikan yang lain. Karena di Islam juga diajarkan yang banyak melindungi yang sedikit,” ujar Menag Fachrul.

Baca: Komisi VIII Minta Negara Berhati-Hati Soal Radikalisme

Menurut Menag, untuk mencapai pelayanan yang adil bagi seluruh umat, ia akan berupaya untuk menemukenali permasalahan umat beragama yang harus diselesaikan Kemenag.

Sehingga, Menag Fachrul mengaku akan menjaring pendapat dari berbagai pihak terkait permasalahan yang dihadapi oleh umat dari enam agama yang ada.

“Kita coba diskusikan dengan teman-teman yang memang sudah lama di Kementerian (Agama) ini, dan teman-teman lain di luar yang bisa memberikan masukan tentang apa langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan,” sebutnya.

Senin kemarin, Menag Fachrul menggelar rapat koordinasi dengan tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Hadir Plt Irjen Thomas Pentury bersama para inspektur wilayah.

Rapat diawali dengan pemaparan program Itjen sebagai pengawas internal Kemenag. Thomas mengatakan, sebagai pengawas internal, pihaknya ingin mempertahankan WTP, dan akan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan auditor.

Menag yang didampingi Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan menyambut baik paparan program Itjen. Menag meminta agar Itjen fokus untuk segera melakukan pembenahan agar Kemenag terus membaik.

“Mari kita benahi yang masih perlu dibenahi,” ujarnya berpesan.

Menag Fachrul juga menggelar rapat dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Dirjen PHU Nizar Ali di hadapan Menag juga memaparkan program penyelenggaraan haji dan umrah.

Menag meminta jajaran Ditjen PHU agar terus memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat. Katanya, ASN Kemenag khususnya Ditjen PHU dan pemangku kebijakan harus mengawali niat dalam memberikan pelayanan yang baik demi kepuasan jamaah haji.

“Mari semua kita benahi. Tugas kita untuk memberikan pelayanan yang baik dan kepuasan kepada jamaah, membuat ibadah masyarakat agar khusyuk,” ujarnya dalam rapat yang dihadiri Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, seluruh Pejabat Eselon II Ditjen PHU, seluruh Pejabat Eselon II Itjen Kemenag, serta Irwil I, Irwil II dan Irwil III itu.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Gubernur Anies: Ustadz Somad Dai yang Luar Biasa

Gubernur Anies: Ustadz Somad Dai yang Luar Biasa

Larang Minimarket Jual Miras,  Mendag Dinilai Lakukan Revolusi Mental

Larang Minimarket Jual Miras, Mendag Dinilai Lakukan Revolusi Mental

Pelaku Penembakan Muslim di Aceh Singkil Bisa Dijerat UU Anti Terorisme

Pelaku Penembakan Muslim di Aceh Singkil Bisa Dijerat UU Anti Terorisme

Mayoritas Perokok Umat Islam Dan Orang Miskin

Mayoritas Perokok Umat Islam Dan Orang Miskin

Bank Syariah Bukopin Tambah Modal Rp 100 Miliar

Bank Syariah Bukopin Tambah Modal Rp 100 Miliar

Baca Juga

Berita Lainnya