Pesan UAS kepada Generasi Milenial: Jadilah Youtuber Syariah

“Karena kalau bukan adik-adik (pemuda Islam) yang mengisi, maka (dunia maya) akan diisi oleh orang-orang fasik, orang zhalim"

Pesan UAS kepada Generasi Milenial: Jadilah Youtuber Syariah
istimewa
Ustadz Abdul Somad (UAS) bersama generasi milenial di tepi danau Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (31/10/2019)

Terkait

Hidayatullah.com– Dunia sekarang ini terasa semakin kecil. Setiap sudut kota-kota hingga pelosok kampung hingga dusun manapun nyaris tak berjarak lagi. Adanya jaringan internet memungkinkan setiap orang bisa melongok dunia melalui jendela (windows) tanpa batas.

Untuk itu, penting bagi generasi muda (atau dikenal generasi milenial) agar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menyebarkan kebaikan dan berdakwah di dunia maya.

Hal itu dikatakan Ustadz Abdul Somad saat berceramah di hadapan jamaah yang memadati Masjid Ar-Riyadh, Kelurahan Teritip Balikpapan, Kalimantan Timur, akhir Oktober kemarin.

“Maka apresiasikan, eksplorasi kemampuanmu melalui jaringan internet. Meski tinggal di Balikpapan, tapi informasi kebaikan itu tetap bisa menyebar kemana-mana,” ucap dai yang dikenal dengan akronim UAS tersebut.

Apalagi, menurut ustadz yang berjuluk Dai Sejuta Umat ini, zaman sekarang fasilitas sudah canggih. Bisa melalui kamera kecil berupa handphone atau kamera besar. Tinggal rekam, unggah, dan disebar setelah itu di media-media sosial.

“Karena kalau bukan adik-adik (pemuda Islam) yang mengisi, maka (dunia maya) akan diisi oleh orang-orang fasik, orang zhalim, oleh orang-orang yang konten-kontennya bukan berupa tuntunan. Tapi sebatas tontonan,” terangnya panjang lebar.

Baca: UAS: Pesantren Benteng Terakhir Menjaga Generasi

Mereka itu disebut UAS sebagai kelompok dhalla wa adhalla (sesat dan menyesatkan). Sehingga UAS menilai, ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam dakwah era milenial.

“Jadilah youtuber-youtuber syariah. Konten-kontennya yang bermanfaat dan mencerahkan,” lanjut lulusan perguruan tinggi Al-Azhar Mesir ini.

Lebih jauh, menurut UAS semacam ini sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan solusi atas satu persoalan.

“Jadi bukan sekadar teriak jangan tonton channel ini haram, jangan lihat video ini haram, film ini haram, jadi yang halal mana?” jelasnya.

Maka inilah tantangan, akan lahir tontonan-tontonan, video-video pendek yang dikelola oleh anak-anak muda Muslim. “Chasing-nya tetap anak muda. Tapi isinya adalah al-Qur’an, sunnah, ijmak, qiyas, hikmah, yang dikelola dengan baik,” ucapnya lagi.

Baca: Santri Nobar Ceramah Ustadz Abdul Somad

Kata UAS, inilah persoalan dakwah sekarang, saat kezhaliman dan keburukan dibungkus dengan kemasan dan strategi yang menarik sedang dakwah kepada kebaikan justru tidak teroganisasi dengan rapi dengan kemasan yang tidak menarik pula.

Terakhir, UAS menitip pesan bahwa orang yang tidak pernah bermimpi maka ia tidak akan melihat mimpi menjadi kenyataan.

“Abdul Somad bermimpi akan lahir anak-anak muda yang melahirkan video-video, film-film pendek, konten-konten, motivasi-motivasi yang baik di internet. Kalau dulu generasi awal pernah melahirkan Majalah (Suara) Hidayatullah. ke depan akan lahir pula audiovisual, video-video youtub di intenet dari anak-anak muda Hidayatullah,” pungkasnya dalam tabligh akbar di depan banyak sorotan kamera smartphone generasi milenial itu.*

Rep: Masykur Abu Jaulah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !