Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

KPAI Dorong Perguruan Tinggi Turut Mengatasi Masalah Anak

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Jumpa pers KPAI di Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), munculnya ragam kasus anak di masyarakat tentu harus direspon oleh perguruan tinggi secara cepat.

KPAI pun mendorong agar perguruan tinggi hadir membantu memberikan solusi kompleksitas masalah anak, sekaligus mampu melahirkan para alumni yang responsif anak, apapun disiplin keilmuannya.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, pada tahun 2018, KPAI mendapatkan pengaduan 4.885 kasus pelanggaran hak anak. Kasus ini belum memotret fakta jumlah total kasus pelanggaran anak di Indonesia. Kasus yang dilaporkan belum sebanding fakta pelanggaran hak anak yang terjadi di masyarakat.

“Kondisi ini tentu perlu keterlibatan semua pihak termasuk perguruan tinggi. Apalagi Menurut UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi bahwa di antara fungsi perguruan tinggi adalah mengembangkan civitas akademika yang inovatif dan responsif,” ujar Susanto di Jakarta, Kamis (24/10/2019) dalam keterangannya.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan perguruan tinggi yang responsif anak, KPAI menggulirkan program KPAI Goes To Campus.

Dalam program ini, target visitasi tahun 2019 berjumlah minimal 12 kampus di Indonesia, dengan 3 bentuk program.

Yaitu, pertama, jelas Susanto, kuliah umum terkait isu-isu perlindungan anak terkini.

Kedua, advokasi pentingnya memasukkan materi perlindungan anak dalam mata kuliah terkait.

Ketiga, advokasi pentingnya riset terkait isu-isu anak terkini.

“Besar harapan ketiga bentuk program dimaksud dapat mewarnai khazanah keilmuan di perguruan tinggi untuk menghadirkan alumni-alumni yang ramah anak di bidang profesinya masing-masing,” imbuhnya.

Kamis (24/10/2019), Program KPAI Goes To Campus diluncurkan di Hotel Gran Mercure Harmoni, Jakarta. Peluncuran dilakukan secara bersama oleh Ketua KPAI Susanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset dan Teknologi RI Prof Ainun Naim, dan didampingi para Komisioner KPAI serta pejabat kementerian terkait.

Menurut Susanto, pada tahun 2020, program ini akan dilanjutkan agar cakupan jumlah mahasiawa yang responsif dan memiliki komitmen terhadap perlindungan anak tersebar di Indonesia.

“Harapannya mereka kelak akan menjadi pelopor perubahan dan pembudayaan perlindungan anak hingga basis-basis komunitas masyarakat,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Pamekasan Tolak Rencana Kemenkes Bagi-bagi Kondom

MUI Pamekasan Tolak Rencana Kemenkes Bagi-bagi Kondom

10 Ribu Umat Islam Padati Acara GNPF-MUI di PP Al Islah Bondowoso

10 Ribu Umat Islam Padati Acara GNPF-MUI di PP Al Islah Bondowoso

Din: “Jangan ada yang Murtad dari Muhammadiyah hanya karena Politik”

Din: “Jangan ada yang Murtad dari Muhammadiyah hanya karena Politik”

Kemendikbud Tindaklanjuti Aduan PII Soal Pelarangan Jilbab Siswi di Bali

Kemendikbud Tindaklanjuti Aduan PII Soal Pelarangan Jilbab Siswi di Bali

Jumlah Wirausaha Indonesia Baru 0,18 Persen

Jumlah Wirausaha Indonesia Baru 0,18 Persen

Baca Juga

Berita Lainnya