Sejumlah Tugas Berat Mengadang Menkes Terawan

"Tingkat kepatuhan pembayaran iuran BPJS yang belum optimal, harus dicari penyebabnya. Mulai dari akar masalahnya diselesaikan"

Sejumlah Tugas Berat Mengadang Menkes Terawan
Warta Kota
Dokter Terawan Agus Putranto ditunjuk sebagai Menkes oleh Presiden Joko Widodo.

Terkait

Hidayatullah.com– Di tengah kontroversi pengangkatannya sebagai Menteri Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo, Dr Terawan Agus Putranto bakal menghadapi sejumlah tugas berat dalam 100 hari pertama masa jabatannya.

Mulai dari Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi, angka stunting, hingga masalah iuran BPJS yang kian kompleks.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengungkapkan, ketiga tugas berat itu menunggu Menkes di depan mata.

“AKI masih tinggi, yaitu di angka 305 per 1.000 kelahiran hidup. Dengan kata lain, angka kematian ibu pada saat melahirkan sekitar 30%,” papar Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Baca: Komisi X: Mendikbud Nadiem Hadapi Tumpukan Masalah Pendidikan

Saat ini, lanjut Mufida mengutip data ASEAN Secretariat tahun 2018, Indonesia menempati posisi urutan kedua tertinggi setelah Kamboja.

Di negara-negara maju, berdasarkan data WHO, AKI rerata hanya di angka 12-14 per 100.000 kelahiran. Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara lain di ASEAN dan dunia. “Karena itu, perlu kebijakan dan program yang komprehensif dari Menkes yang baru dilantik,” tandas Mufida.

Sementara itu, angka stunting juga menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bidang kesehatan di Indonesia.

Mufida mengungkap, data UNICEF pada 2018, Prevalensi Stunting Balita Indonesia tertinggi ketiga di ASEAN, setelah Laos dan Timor Leste.

“Angka stunting yang ditetapkan WHO adalah 20%. Sementara di Indonesia di angka 30,6% (2018), masih di bawah angka batas WHO,” jelasnya.

Baca: PKS: Naiknya Iuran BPJS Membebani Tukang Ojek dan Pekerja Lain

Tak kalah beratnya, tugas lain yang mengadang Terawan sebagai Menkes adalah masalah iuran BPJS yang makin kompleks. Sekitar 10,65 juta data peserta masih dalam masalah. Sementara mereka membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia menilai ini bukan masalah sederhana.

Karena itu, Mufida menambahkan, Kemenkes di bawah pimpinan Menkes baru, harus segera turut andil menyelesaikan akar masalah yang menyebabkan terjadinya defisit keuangan di BPJS.

“Basisnya Root Cause Analysis. Tingkat kepatuhan pembayaran iuran BPJS yang belum optimal, harus dicari penyebabnya. Mulai dari akar masalahnya diselesaikan. Menaikkan iuran bukan solusi terbaik dan bukan solusi satu-satunya,” tandas Mufida.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !