Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketum Muhammadiyah: Jangan Sembarangan Sebut Radikal

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Haedar Nashir mengingatkan Menteri Agama yang baru dipilih Presiden Joko Widodo, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, untuk bisa melakukan tindakan terukur terkait isu radikalisme.

Haedar meminta Menag Fachrul tak sembarangan menyebut radikal atau bukan.

“Harus tetap terukur jangan gebyah uyah (menyamaratakan). Artinya jangan sembarangan untuk (menyebut, red) ini radikal, ini bukan radikal,” ujar Haedar saat ditemui wartawan di kediamannya di Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (23/10/2019) kutip INI-Net, Kamis (24/10/2019).

Baca: Ketua PBNU: Banyak Kiai Kecewa Jokowi Pilih Fachrul Razi jadi Menag

Haedar berharap agar radikalisme tidak dilekatkan pada agama, apalagi tertuju pada agama tertentu.

“Beragama, bernegara, berideologi, bersosial itu juga ada kecenderungan ekstrem dan radikal yang mengarah pada kekerasan. Kita banyak contoh kejadian-kejadian di Tanah Air kita ini bahwa korban dari tindakan-tindakan yang ekstrem bukan hanya karena agama. Oleh karena itu harus terukur,” pesannya.

Sebab, jelas Haedar, dalam konteks apa pun, baik agama maupun dalam konteks umum, perlu ada pemahaman yang komprehensif agar tidak menyamaratakan dalam melakukan penanganan.

Karena, lanjutnya, bukan hanya agama, bahkan perilaku berbangsa, perilaku sosial juga memiliki bagian-bagian yang berpotensi ekstrem dan radikal.

Baca: Eks Wakil Panglima TNI Fachrul Razi Jadi Menteri Agama

Haedar menjelaskan, agama dan institusi kegamaan harus menjadi kekuatan yang mencerdaskan, mendamaikan, memajukan, dan menyatukan. Bahkan keduanya berperan membela nilai-nilai rohani dan keadaban yang baik

“Saya pikir semua agama kan begitu komitmennya,” imbuhnya.

Di samping itu, Haedar juga berpesan kepada Menag Fachrul agar dapat memposisikan dirinya sebagai menteri untuk semua golongan.

Sebagai contoh, walaupun mantan Wakil Panglima TNI itu berlatar belakang militer, sebagai Menag ia harus bediri untuk semua rakyat Indonesia, bukan hanya untuk kalangan militer.

“Nanti kalau hanya mengurus golongannya, mengurus kepentingannya nanti malah timbul ketidakadilan,” pesannya.

Baca: Fachrul Razi duga Dipilih Jadi Menag karena Ceramah “Menangkal Radikalisme”

Sementara sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas turut bersuara atas dipilihnya Fachrul sebagai Menag.

“Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” ujar Robikin dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Rabu (23/10/2019).

Menurut Robikin, para kiai paham Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun para kiai tak habis mengerti terhadap pilihan yang ada (Jokowi pilih Menag dari kalangan militer, red).*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Siang Ini FUI dan Ormas Islam Demo Kedubes China

Siang Ini FUI dan Ormas Islam Demo Kedubes China

Dilaporkan ke Bareskrim, Video “Rasis” Kampanye Ahok Dihapus dari Akun Medsosnya

Dilaporkan ke Bareskrim, Video “Rasis” Kampanye Ahok Dihapus dari Akun Medsosnya

Ketum Muhammadiyah: Problem Bangsa Kian Kompleks, Pentingnya Beramar Makruf Nahi Mungkar

Ketum Muhammadiyah: Problem Bangsa Kian Kompleks, Pentingnya Beramar Makruf Nahi Mungkar

Kisah Persahabatan Tiga Sekawan

Kisah Persahabatan Tiga Sekawan

Komitmen Bantu Palestina, Salimah Serahkan Bantuan Hampir Rp500 Juta

Komitmen Bantu Palestina, Salimah Serahkan Bantuan Hampir Rp500 Juta

Baca Juga

Berita Lainnya