Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ribuan Santri, Warga, dan Kepala Daerah Jateng Shalat Minta Hujan

Istimewa
Shalat istisqa di Alun-alun Kabupaten Rembang, Selasa (22/10/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ribuan santri dan masyarakat Rembang, Jawa Tengah, melaksanakan shalat meminta hujan (shalat istisqa) di alun-alun Kabupaten Rembang, setelah upacara peringatan Hari Santri Nasional, Selasa (22/10/2019).

Sebagaimana daerah lain di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang memang beberapa bulan terakhir tidak diguyur hujan.

Bahkan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, sedikitnya ada 1.201 desa terdampak kekeringan. Kondisi tersebut tersebar di 314 kecamatan di 31 kabupaten-kota di Jawa Tengah.

Baca: Kabut Asap, TNI dan Santri Palembang Shalat Minta Hujan

Shalat istisqa itu diikuti juga oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakilnya, Taj Yasin Maimoen.

Gubernur Jateng mengatakan bahwa sebagian besar wilayah di Jateng saat ini memang masih dilanda kekeringan. Walau hujan sempat turun, namun intensitasnya masih sangat rendah.

“Sekarang kita berkumpul dengan para santri, kiai, dan masyarakat untuk memohon agar segera diberi curah hujan,” ujar Gubernur.

Baca: 12 Ribu Santri Shalat Minta Hujan & Shalat Gaib untuk Habibie

Dalam rangka mengatasi kekeringan itu, menurut Ganjar, upaya secara fisik telah dilakukan. Melengkapi upaya fisik, upaya batin atau spiritual juga ditempuh.

“Setelah upaya fisik, kita juga melakukan upaya batin, spiritual. Boleh percaya boleh tidak, kemarin Alhamdulillah (di Semarang dan sekitarnya) hujan,” ujarnya.

Diketahui, pada Jumat (18/10/2019) pekan kemarin juga dilaksanakan salat istisqa di Masjid Agung Jawa Tengah.

Gubernur berharap, dengan upaya fisik dan spiritual itu, hujan akan segera turun kembali. Meskipun telah diprediksi bakal diguyur pada akhir Oktober, Gubernur mengaku terus berupaya agar kekeringan di wilayahnya tidak menimbulkan permasalahan serius.

“Semoga akhir Oktober hujan turun. Kemarin juga telah koordinasi dengan BMKG, mereka bilang akhir Oktober bakal turun hujan,” sebutnya kutip INI-Net.

Baca: Ribuan Pegawai Pemprov Babel & Prajurit TNI Shalat Minta Hujan

Sementara menurut Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto, terdapat 233.500 orang atau 58.375 kepala keluarga (KK) yang terdampak kesulitan air.

Upaya fisik yang dilakukan yaitu dengan melakukan droping air. Bantuan air dari BPBD kabupaten-kota maupun provinsi dan sejumlah pihak lain sejauh ini mencapai 21.557 tangki atau 101.740.800 liter air.

“Total ada 903.831 jiwa yang terdampak atau 241.751 KK,” ujar Sudaryanto.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Didesak Buat Regulasi Kriminalisasi Pelaku LGBT

Pemerintah Didesak Buat Regulasi Kriminalisasi Pelaku LGBT

AHY Kemenkumham

Bersama Majelis Tinggi Demokrat, AHY Datangi Kemenkumham

Soal Editorial Metro TV, Pimpinan GNPF: Biar Masyarakat Menilai

Soal Editorial Metro TV, Pimpinan GNPF: Biar Masyarakat Menilai

KBRI Islamabad Tingkatkan Sinergi Ekonomi Indonesia-Pakistan

KBRI Islamabad Tingkatkan Sinergi Ekonomi Indonesia-Pakistan

Ustadz Abdul Somad Disambut Hadrah Santri Hidayatullah

Ustadz Abdul Somad Disambut Hadrah Santri Hidayatullah

Baca Juga

Berita Lainnya