Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wakil Rakyat Dorong Pemerintah Memperbanyak Penghafal Qur’an

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Penghafal Al-Qur'an
Bagikan:

Hidayatullah.com– Anggota DPR RI Nevi Zuairina, mendorong pemerintah pusat agar memperbanyak penghafal Al-Qur’an (hafizh). Hal itu, kata Nevi, dalam rangka memperkokoh karakter anak yang agamis dan berakhlak mulia sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Legislator asal daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar) II ini menyampaikan hal itu dalam momentum Hari Nasional pada Selasa (22/10/2019).

“Momen Hari Santri ini harus dijadikan pemerintah untuk mendukung upaya memperbanyak para penghafal Al-Quran,” ujarnya lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Nevi menambahkan bahwa peran pondok pesantren dan para santri cukup strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu memberi perhatian lebih agar melahirkan para penghafal Al-Qur’an yang berkarakter.

Untuk merealisasikan harapan itu, istri Gubernur Sumatera Barat itu mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar terus memfasilitasi para santri yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren.

Baca: Kemenag: Santri Jauh dari Intoleransi, Pemberontakan, Apalagi Terorisme

Nevi menilai, sejak dini para santri telah menghadapi tantangan di era globalisasi. Sehingga, perlu regulasi yang mapan untuk menaungi mereka agar memberi kemudahan dalam proses belajar mengajar.

“Sudah selayaknya pesantren diberikan perhatian lebih oleh pemerintah karena sudah banyak memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Regulasi yang dimaksud aktivis perempuan PKS ini yaitu penguatan Undang-Undang tentang Pondok Pesantren. Selain itu, perlu adanya alokasi yang memadai bagi pondok pesantren dan termaktub dalam APBN.

Program-program pemerintah yang bersinergi pada pembangunan pesantren nantinya perlu diperbanyak dan diperluas jangkauannya secara merata se-Indonesia.

Sebagai contoh yaitu pengelolaan pertanian, perikanan pesantren, perbengkelan, konveksi, dan lain sebagainya untuk meningkatkan keterampilan santri.

“Perlu kita mengingat kembali, bahwa pondok pesantren dan para santrinya telah ada sebelum NKRI merdeka,” ujarnya.* (SKR/INI-Net)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FPKS Refleksikan Kemerdekaan RI dalam Kalender Hijriyah 9 Ramadhan

FPKS Refleksikan Kemerdekaan RI dalam Kalender Hijriyah 9 Ramadhan

Pastur dan Suster dari 127 Negara adakan Pertemuan di Ciputra Resort Surabaya

Pastur dan Suster dari 127 Negara adakan Pertemuan di Ciputra Resort Surabaya

Survei Nasional: Tingkat Literasi Zakat Menengah, Wakaf Kategori Rendah

Survei Nasional: Tingkat Literasi Zakat Menengah, Wakaf Kategori Rendah

Tanwir Muhammadiyah Kerucutkan 39 Calon Pimpinan

Tanwir Muhammadiyah Kerucutkan 39 Calon Pimpinan

DPR: Pemerintah Wajib Setop Kenaikan Iuran BPJS sesuai Keputusan MA

DPR: Pemerintah Wajib Setop Kenaikan Iuran BPJS sesuai Keputusan MA

Baca Juga

Berita Lainnya