Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Masyarakat Kepri Shalat Gaib dan Galang Dana Peduli Wamena

Forum Sosial Kemanusiaan Kepri Peduli gelar shalat gaib untuk korban di Wamena, Papua, di lapangan Pamedan, Ahmad Yani, Tanjungpinang, Jumat (11/10/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sebagai bentuk kepedulian atas kerusuhan yang sempat terjadi, masyarakat dan pemerintah terdiri dari Forum Sosial Kemanusiaan Kepri Peduli bersama Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menggelar shalat gaib untuk korban tragedi kerusuhan Wamena, Papua.

Shalat gaib dilaksanakan di Lapangan Pamedan, Jl Ahmad Yani, Tanjungpinang, Jumat (11/10/2019). Bertindak sebagai imam shalat yaitu Wali Kota Tanjungpinang Syahrul.

Situasi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua sendiri saat ini berangsur kondusif.

Shalat gaib di Tanjungpinang itu diikuti ratusan jamaah yang meliputi jajaran OPD Pemkot Tanjungpinang serta berbagai elemen masyarakat setempat.

Usai shalat gaib, dilanjutkan dengan penggalangan dana sumbangan untuk dikirimkan ke pengungsi di Wamena.

Ketua Forum Kepri Peduli, Mahyudin Nadeak mengutuk keras terkait aksi kerusuhan di Wamena, yang menimbulkan sejumlah korban dan kerusakan beberapa fasilitas umum.

Ia tidak mengutuk perilaku suku, agama, dan ras, tetapi mengutuk perilaku aksi kekerasan yang tidak beradab serta bermoral.

“Kami mendoakan semoga saudara-saudara kita yang ada di sana selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul.

Sementara Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji, Suryadi, menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 7.000 pengungsi di Wamena yang diungsikan ke Jayapura.

Suryadi pun mengajak seluruh masyarakat meringankan tangan untuk membantu dengan harta benda buat para pengungsi.

“Forum Kepri Peduli sudah mengirimkan dua kali bantuan, tapi masih kurang,” ujarnya kutip Antaranews.

Selain itu, dia turut meminta negara hadir memberikan keamanan bagi masyarakat di Wamena, khususnya para pendatang.

Ia mengatakan, aparat Polri dan TNI harus semakin profesional dalam menangani persoalan di Wamena. Di samping itu, aparat juga dituntut dapat melakukan deteksi dan antisipasi dini terhadap kejadian serupa, agar tidak terjadi lagi ke depannya.

“Wamena adalah bagian dari NKRI. Maka itu, kami menolak apapun tindakan kekerasan yang terjadi di Indonesia,” ungkapnya tegas.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

LPPOM MUI: Auditor Halal Harus Kompeten dan Berakhlak Baik

LPPOM MUI: Auditor Halal Harus Kompeten dan Berakhlak Baik

Pemuda Muhammadiyah: Ada Iktikad Baik Polda Selesaikan Kasus Pelecehan terhadap Amien Rais

Pemuda Muhammadiyah: Ada Iktikad Baik Polda Selesaikan Kasus Pelecehan terhadap Amien Rais

Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

MUI Jatim: Sekte Sesat Ajang Cari Duit

MUI Jatim: Sekte Sesat Ajang Cari Duit

FUI Ajak Rame-rame Ikut Aksi Indonesia Tanpa Maksiat!

FUI Ajak Rame-rame Ikut Aksi Indonesia Tanpa Maksiat!

Baca Juga

Berita Lainnya