Ahad, 24 Januari 2021 / 10 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Menag Tegaskan Pemerintah Tak akan Hapus Pendidikan Agama Islam

Kemenag
Menag Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/10/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan menghapus Pendidikan Agama Islam (PAI) dari kurikulum.

“Saya tegaskan di sini sekali lagi, bahwa pemerintah tidak akan pernah menghilangkan PAI dari sekolah, malah sebaliknya kami ingin eksistensi PAI di sekolah semakin diperkuat,” tegas Menag saat membuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/10/2019).

Menag menyampaikan, pendidikan agama di sekolah terlalu penting untuk diabaikan. Ia pun berharap seluruh pihak dapat bahu membahu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah.

“Apabila PAI berhasil membentuk akhlak pribadi-pribadi siswa yang beriman dan berakhlak mulia, maka 37,7 juta atau 78% anak usia sekolah dapat kita selamatkan keyakinan dan perilakunya,” ujarnya.

Menag pun menitipkan tiga hal yang perlu dicermati bersama.

Pertama, perkuat koordinasi pendidikan agama Islam di sekolah. Karena PAI tidak hanya sepenuhnya dikelola oleh Kemenag saja. “Walaupun urusan agama adalah urusan Kemenag akan tetapi sekolah umum berada di bawah wewenang Pemda,” ujarnya.

Kedua, seiring terbitnya Undang-Undang Perempuan Nomor 3 Tahun 2017, Kemenag memperoleh amanat untuk menyusun buku pendukung PAI.

“Saya ingin tekankan di sini, siapkan buku-buku tersebut sebaik mungkin. 12 buku yang akan diuji publik, mudah-mudahan dapat kita selesaikan. Jangan lupa perkuat aspek moderasi beragama mengintegrasikan dengan wawasan kebangsaan,” pesannya kutip website resmi Kemenag.

Ketiga, tata kembali kegiatan ekstra kurikuler pendidikan keagamaan di sekolah. Kegiatan Rohani Islam perlu diefektifkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran beragama murid.

Menag yakin, kalau seorang murid mampu berpidato tentang materi keagamaan, bisa menulis cerita Islam, pandai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, hal ini tidak terlepas dari peranan guru PAI dalam mendidik muridnya melalui mata pelajaran PAI di sekolah.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Benni Biki: 31 Tahun Kasus Pembantaian Priok Tak Pernah Dituntaskan

Benni Biki: 31 Tahun Kasus Pembantaian Priok Tak Pernah Dituntaskan

Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

Ketua Komisi MUI: Dakwah Lewat Sinema Penting

Ketua Komisi MUI: Dakwah Lewat Sinema Penting

NU dan Muhammadiyah Akan Pimpin Pertemuan Parpol Islam

NU dan Muhammadiyah Akan Pimpin Pertemuan Parpol Islam

Masyarakat Harus Pantau Gugatan terhadap UU Perkawinan 1974

Masyarakat Harus Pantau Gugatan terhadap UU Perkawinan 1974

Baca Juga

Berita Lainnya