Dompet Dakwah Media

Alasan Kraton Yogya Tak Beri Izin Muslim United Pakai Masjid Gedhe

“Ini kagungan (milik) Ndalem kok, kita tidak perlu (memberikan) alasan apa-apa"

Alasan Kraton Yogya Tak Beri Izin Muslim United Pakai Masjid Gedhe
ROFI MUNAWWAR/HIDAYATULLAH.COM
Acara Muslim United bertema “Lelah Berpisah, Mari Berjamaah” digelar di kompleks Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, pada tahun tahun 2018.

Terkait

Hidayatullah.com– Kraton Yogyakarta tetap tidak memberi izin Ndaslem Pengulon, Masjid Gedhe Kauman serta Alun –Alun Utara untuk dipakai kegiatan Muslim United : Sedulur Saklawase yang diinisiasi oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI).

Acara Muslim United yang akan digelar pada 11-13 Oktober 2019 itu sedianya menggunakan Ndalem Pangulon Masjid Gedhe sebagai area buffet (prasmanan) ustadz dan area VVIP.

Pemrakarsa acara juga mengajukan penggunaan Alun-Alun Utara untuk kegiatan yang bakal dihadiri sejumlah dai, seperti Ustadz Abdul Somad (UAS), Ustadz Hanan Attaki, KH Lutfi Basori, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtiar Nasir, hingga Felix Siauw.

Namun, seperti diketahui, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menolak izin peminjaman sejumlah fasilitas milik Keraton untuk kegiatan itu.

Sejumlah agenda akan dilaksanakan selama tiga hari meliputi Muslim Expo, Tabligh Akbar, Social Activity, Food Festival, Muslim Community Gathering, dan Kids Corner.

Baca: Acara Muslim United Bertema Ukhuwah Dibuka di Masjid Gedhe Kauman

Menurut menantu Sultan HB X, KPH Notonegoro, tidak perlu ada penjelasan apa alasan tidak diberikannya izin penggunaan tempat tersebut. Sebab, sebutnya, semua fasilitas itu milik pribadi Kraton Yogyakarta, sehingga tidak perlu alasan untutk menjelaskan penolakan izin tersebut.

“Ini kagungan (milik) Ndalem kok, kita tidak perlu (memberikan) alasan apa-apa,” ujar suami GKR Hayu ini kutip Jogjainside.com, Jumat (04/10/2019).

Sebelumnya Sri Sultan HB X secara tegas mengatakan, pihaknya tidak mengizinkan Alun-Alun Utara dan Ndalem Pengulon untuk berbagai kegiatan itu.

“Ya tidak (mengizinkan) to, fungsinya bukan untuk itu,” sebut Raja Keraton Ngayogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Baca: Baru Hijrah, Peserta Muslim United ke Jogja Bersepeda Motor

Sultan menganggap, Ndalem Pengulon yang berada di kompleks Masjid Gedhe Kauman bukan tempat untuk menyiapkan makanan.

Diketahui, Ndalem Pengulon merupakan tempat tinggal pejabat penghulu Keraton yang mengurusi masalah keagamaan di Keraton Yogyakarta.

“(Ndalem) Pengulon itu (hendak digunakan) untuk tempat menyiapkan makanan. Kan bukan bagiannya Pengulon untuk makanan,” ujar Sultan yang juga merupakan Gubernur DIY ini.

Baca: Rindu Ukhuwah, Dua Pemuda Garut Bersepeda Sampai ke Jogja

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono pun, dalam suratnya tertanggal 28 September 2019, menyatakan belum mengizinkan peminjaman sejumlah tempat milik Keraton yakni Masjid Gedhe Keraton serta halaman, Ndalem Pangulon, dan Alun-alun Utara untuk kegiatan Muslim United.

Tahun 2018 lalu, acara Muslim United dengan tema “Lelah Berpisah, Mari Berjamaah” digelar di kompleks Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, pada Selasa (16/10/2018) hingga Kamis (16/10/2018). Acara itu diisi oleh sejumlah dai seperti Salim A. Fillah, Felix Y Siauw, dan Syeikh Ali Jaber.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !