Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Lebih 8.000 Warga Mengungsi dari Wamena ke Jayapura

Sebagian warga yang terdampak kerusuhan dan mengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mendarat di Lanud Silas Papare di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Semenjak kerusuhan terjadi di Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya, sudah sebanyak 8.051 warga tercatat telah mengungsi dari Wamena ke Jayapura, Papua, per tanggal 23 September sampai 2 Oktober 2019.

Demikian data dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menurut Kepala Penerangan Lanud Silas Papare Mayor Sus Rindar Noor, pada Rabu (02/10/2019) dilakukan evakuasi pengungsi dari Wamena dilakukan menggunakan tiga pesawat Hercules.

“Dengan tiga pesawat tersebut pada 2 Oktober 2019 maka tercatat 1.545 pengungsi yang dapat diterbangkan ke Jayapura dari Wamena,” ujarnya kutip Antaranews, Kamis (03/10/2019).

Baca: Warga Jatim Mengungsi dari Wamena: Akhirnya Kami Dipulangkan

Sedangkan jumlah pengungsi yang sudah keluar dari Jayapura tercatat 220 orang dengan tujuan Malang (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Timika, dan Padang (Sumatera Barat).

“(Sementara) jumlah pengungsi yang masih ditampung di enam tempat pengungsian Jayapura tercatat 936 orang,” sebut Rindar.

Ia menerangkan, sebanyak 122 ton bantuan bahan pokok sudah dikirimkan untuk warga yang terdampak kerusuhan di Wamena.

“Bantuan yang sudah terkirim ini termasuk bantuan dari Presiden berupa bahan pokok dan Kementerian Sosial berupa tenda serta perlengkapan pengungsi lainnya masing-masing 11 ton,” sebutnya.

Baca: Warga Sumbar Galang Rp1,3 M untuk Perantau Minang di Wamena

Katanya, sisa bantuan dari Kemensos akan dikirim ke Wamena pada hari ini, Kamis (03/10/2019).

Lebih dari 30 orang meninggal dunia akibat demonstrasi berujung kerusuhan di Wamena pada Senin (23/10/2019) lalu, yang juga menyebabkan kerusakan bangunan rumah warga, kantor, kios, dan fasilitas umum.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

‘Penanganan Bencana, Bukan Saatnya lagi Pakai Manajemen Pemadam Kebakaran’

‘Penanganan Bencana, Bukan Saatnya lagi Pakai Manajemen Pemadam Kebakaran’

Pembuatan Paspor Hijau Jamaah Haji Tak Dipungut Biaya

Pembuatan Paspor Hijau Jamaah Haji Tak Dipungut Biaya

Innalillahi… KH Abdul Qadir Djaelani Aktivis Senior PII Wafat

Innalillahi… KH Abdul Qadir Djaelani Aktivis Senior PII Wafat

UEA Peringati Hari Nasional ke-48 di Jakarta

UEA Peringati Hari Nasional ke-48 di Jakarta

BHRN: Di Myanmar Ada Intoleransi Agama, Pemerintah Anggap Muslim Berbahaya

BHRN: Di Myanmar Ada Intoleransi Agama, Pemerintah Anggap Muslim Berbahaya

Baca Juga

Berita Lainnya