Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Tim Khusus Pemprov Sumut Bantu Warganya di Wamena

TRIBUN
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ribuan orang di Wamena, Lanny Jaya, Tolikara, Ilaga terpaksa mengungsi mencari tempat yang aman. Situasi di Wamena berdasarkan informasi diterima hidayatullah.com dari warga Papua hingga Selasa sore dilaporkan masih masih rusuh.

Sementara itu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus mengintimidasi warga Papua hingga kini. Beberapa orang korban kerusuhan diketahui merupakan warga Sumatera Utara

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menangani warga Sumut yang ada di sana. Mengenai berapa jumlah pastinya  warga Sumut di sana, katanya masih dalam proses pendataan.

Baca: Warga Sumbar Galang Rp1,3 M untuk Perantau Minang di Wamena

Gubernur Edy mengatakan, tim khusus segera diberangkatkan ke Wamena untuk menangani berbagai hal terkait warga Sumut di sana. Termasuk, katanya, memberikan bantuan yang dibutuhkan, melakukan pendataan, mentabulasi kebutuhan, dan kemungkinan penanganannya yang terbaik.

“Kita minta tim ini segera bekerja, agar warga Sumut yang ada di sana dapat segera dievakuasi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya, Selasa (01/10/2019), di Kantor Gubernur Sumut, Medan kutip INI-Net, Rabu (02/10/2019), seraya mengatakan Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di Papua.

Baca: Ribuan Pengungsi Wamena Butuh Bantuan-bantuan ini

Gubernur Edy mengatakan bahwa tim khusus itu berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut.

Sebagaimana diketahui, serangan teroris separatis bersenjata di sejumlah wilayah di Papua mengancam terjadinya eksodus di Papua. Setelah penebaran teror di Wamena, Lanny Jaya, dan Tolikara, Kota Ilaga juga menjadi target para separatis peneror itu yang dikenal Kelompok Kriminal Bersenjata.

Teroris KKB sudah berani menyerang perkampungan warga secara terbuka di Kota Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak, Papua. Penyerangan itu menyebabkan terjadinya kontak senjata antara separatis dengan aparat gabungan TNI-Polri.

Baca: Korban Tewas di Papua Terus Berjatuhan, Warga Waspada & Ketakutan

Separatis juga juga membakar rumah-rumah warga.

Kini warga pendatang di Wamena dipaksa mengungsi dan sebagian memilih angkat kaki atau pulang kampung. Sebanyak 10.000 pengungsi dan lebih 2.500 eksodus.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Agar Tak Bubar, Bangsa Indonesia Harus Introspeksi

Agar Tak Bubar, Bangsa Indonesia Harus Introspeksi

Sekjen PBB Kunjungi Sulteng, Puji Pemerintah Tangani Bencana

Sekjen PBB Kunjungi Sulteng, Puji Pemerintah Tangani Bencana

Polda Metro Jaya Ringkus Pembunuh Dufi tvMU

Polda Metro Jaya Ringkus Pembunuh Dufi tvMU

Dapat Kaos “Tuhan Membusuk”, Peserta OSCAAR UINSA Diminta Pindah Kuliah

Dapat Kaos “Tuhan Membusuk”, Peserta OSCAAR UINSA Diminta Pindah Kuliah

Ketum MUI: Bangsa Tanpa Akhlak akan Rusak

Ketum MUI: Bangsa Tanpa Akhlak akan Rusak

Baca Juga

Berita Lainnya