Ahad, 14 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Nasional

Memori Pahit Keluarga Ridwan Kamil Korban Kekejaman PKI

Zulfahmi/hidayatullah.com
Kang Emil (kacamata) bersama sejumlah mahasiswa Indonesia di Madinah.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Paman (Uak)-nya Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil (Emil), ternyata menjadi salah seorang korban kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pamannya Emil meninggal di tangan gerombolan pemberontak tersebut.

Kejadian itu pun menjadi memori pahit di keluarga Emil hingga saat ini.

“Saya pribadi punya kenangan pahit terhadap peristiwa ini, karena uwa saya meninggal oleh gerombolan PKI. Jadi itu salah satu memori kelam bangsa ini yang hadir di keluarga saya,” ujar Emil setelah menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jabar, Selasa (01/10/2019).

Dalam upacara yang diikuti oleh ASN Setda Provinsi Jabar dan sejumlah kepala FKPD itu, Gubernur meminta pengorbanan pahlawan revolusi yang gugur saat mempertahankan Pancasila agar dijadikan semangat menuju Indonesia maju.

Apalagi, disebutkan bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi negara adidaya pada tahun 2045.

“Kita doakan juga dinamika hari ini cepat selesai supaya kita fokus menjaga pembangunan sampai akhirnya Indonesia adil makmur, dan adidaya,” ungkapnya kutip INI-Net semalam.

Baca: Warganet Menolak Lupa Peringati G 30 S PKI

Gubernur Emil pun mengajak seluruh warga Indonesia, khususnya warga Jabar agar mendoakan seluruh warga Indonesia yang gugur karena PKI.

“Kita doakan juga mereka-mereka yang jadi pahlawan revolusi menjadi catatan sejarah, agar jangan sia-sia pengorbanan para jenderal itu, menjadikan semangat bangsa maju,” ajaknya.

Menurut Emil, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tak lepas dari keberhasilan bangsa Indonesia mempertahankan dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

“Sampai saat ini sejarah telah membuktikan, banyak pihak-pihak yang ingin melemahkan dan mengganti Pancasila. Maka, rumusnya hanya satu, Pancasila dijaga dan dibela agar bangsa ini damai,” sebutnya.

Katanya Pemprov Jabar berupaya menjaga Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda, dengan meluncurkan program Jabar Masagi.

Ini disebut sebagai program yang bertujuan untuk menguatkan pondasi generasi muda di Jabar dengan nilai-nilai pendidikan karakter.

Hal itu diwujudkan dengan mengembalikan pendidikan budi pekerti yang berpengaruh terhadap perilaku sosial, dimana nilai-nilai kearifan lokal Jabar sebagai dasarnya.

Dengan Jabar Masagi, generasi muda diharapkan dapat menjadi manusia berbudaya. Manusia berbudaya ini memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata).*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lindungi Anak Indonesia dari Pornografi

Lindungi Anak Indonesia dari Pornografi

Khairul Bantah Bukunya Hasil Tekanan Aparat

Khairul Bantah Bukunya Hasil Tekanan Aparat

Gubernur Jatim Izinkan Shalat Idul Adha dan Kurban dengan Protokol Kesehatan

Gubernur Jatim Izinkan Shalat Idul Adha dan Kurban dengan Protokol Kesehatan

Bacaan Quran Gadis Aceh Ini Membuat Banyak Orang Yang Mendengar Menangis

Bacaan Quran Gadis Aceh Ini Membuat Banyak Orang Yang Mendengar Menangis

PP Muhammadiyah: Trump Menunjukkan Pembelaan Terbuka AS atas Israel

PP Muhammadiyah: Trump Menunjukkan Pembelaan Terbuka AS atas Israel

Baca Juga

Berita Lainnya