Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Din: Hentikan Pendekatan Otoriter, Represif, & Kekerasan Negara

andi/hidayatullah.com
Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin di Kantor Pusat MUI, Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof M Din Syamsuddin mengatakan, aksi protes mahasiswa dan pelajar yang merebak serentak di berbagai kota bukan hal sepele, maka perlu disikapi dengan penuh kepedulian.

“Aksi tersebut merupakan ekspresi kekecewaan menggumpal terhadap pengabaian akan aspirasi rakyat oleh DPR dan Pemerintah. Sejumlah UU yang disahkan DPR seperti UU tentang KPK, penundaan pengesahan RUU tentang KUHP, dan lain sebagainya menunjukkan DPR dan Pemerintah tidak peduli terhadap aspirasi rakyat, dan mengabaikan mekanisme pembahasan RUU yang bersifat terbuka,” ungkap Din dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Senin (30/09/2019).

Hari Senin ini, ribuan pelajar dan mahasiswa kembali melakukan aksi turun jalan di berbagai daerah, seperti di kawasan Slipi, Jakarta, yang berujung terjadinya bentrokan antara demonstran dengan aparat kepolisian.

“Aksi protes mahasiswa dan pelajar yang merasa memiliki keterpanggilan untuk pengawasan sosial (social control) untuk perbaikan justru dihadapi oleh aparat keamanan dan penegakan hukum dengan sikap otoriter dan represif. Akibatnya, jiwa mahasiswa terenggut oleh senjata yang dibeli dengan uang rakyat,” ungkap Din.

Baca: Ribuan Pelajar dan Mahasiswa Aksi Turun Jalan ke DPR

Demi kemanusiaan yang adil dan beradab, dan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mendesak penghentian pendekatan otoriter, represif, dan kekerasan negara atas rakyat warga negara.

“Saya mendesakkan penghentian pendekatan otoriter, represif, dan kekerasan negara atas rakyat warga negara,” desaknya.

Din kemudian berpesan kepada para pemangku amanat, baik di DPR RI maupun Pemerintah, agar mengedepankan pendekatan dialogis persuasif dengan mengakomodasi aspirasi rakyat.

“Karena justru itu adalah kewajiban pemangku amanat yakni untuk membela dan memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan kepentingan terbatas dari sekelompok orang atau golongan,” imbuhnya.

“Semoga Allah Subhanahu Wata’ala melindungi bangsa Indonesia dari perpecahan dan membuka hati pemangku amanat untuk mengemban amanat secara sejati,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Heran, ada ‘Islah Sunni-Syiah’ kok Ulama Madura Tidak Tahu

MUI Heran, ada ‘Islah Sunni-Syiah’ kok Ulama Madura Tidak Tahu

Ketua FPI Aceh Benarkan, Masyarakat ‘Usir’ Cornelis terkait Pengadangan di Pontianak

Ketua FPI Aceh Benarkan, Masyarakat ‘Usir’ Cornelis terkait Pengadangan di Pontianak

Program Kesetaraan Gender Dituding Sebabkan Perceraian  Meningkat

Program Kesetaraan Gender Dituding Sebabkan Perceraian Meningkat

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Kemenag Segera Gelar Program Dai Bersertifikat Libatkan MUI dan Lembaga Lain

Kemenag Segera Gelar Program Dai Bersertifikat Libatkan MUI dan Lembaga Lain

Baca Juga

Berita Lainnya