Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Teror Separatis di Ilaga Papua Ancam Terjadinya Eksodus

Istimewa
[Ilustrasi]
Bagikan:

Hidayatullah.com– Serangan teroris separatis bersenjata di sejumlah wilayah di Papua mengancam terjadinya eksodus di provinsi Papua. Setelah teror yang terjadi di Wamena, Lanny Jaya, dan Tolikara, kini Kota Ilaga juga menjadi target para kelompok teror yang biasa disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mereka sudah berani menyerang perkampungan warga secara terang-terangan di Kota Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak, Papua pada hari Ahad (29/09/2019).

Penyerangan tersebut menyebabkan terjadinya kontak senjata dengan aparat gabungan TNI-Polri.

Baca: Ribuan Pengungsi Wamena Butuh Bantuan-bantuan ini

Selain itu, para teroris tersebut juga membakar rumah-rumah warga. Fenomena serupa terjadi juga sebelumnya di Wamena yang memicu kerusuhan pada Senin (23/09/2019) dan menelan banyak korban termasuk meninggal dunia.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto membenarkan telah terjadi penyerangan di Kota Ilaga. Penyerangan itu terjadi mulai Sabtu (28/09/2019) malam pukul 19.00 WIT lalu berlanjut pada Ahad (29/09/2019).

Kata Ary, selain membakar rumah warga, KKB juga menyerang Posko Satgas yang terletak di wilayah Ilaga. Kini warga telah mengunsi ke Posko sejak Sabtu malam.

Baca: Din: Aparat & Pemerintah Lamban Merespons Krisis Papua

Aparat keamanan masih bersiaga di Posko Satgas guna mengantisipasi aksi serangan susulan dari para teroris tersebut. “Keseluruhan tim telah tiba di Posko Satgas sejak pukul 13.00 WIT. Saat ini masih bersiaga mengantisipasi aksi balasan dari KKB,” ungkapnya.

Di Wamena, sebanyak 10.000 warga mengungsi dan lebih 2.500 orang melakukan eksodus setelah dipaksa mengungsi.

Menurut Bupati Puncak, Willem Wandik, pihaknya juga berencana mengungsikan warga dan pegawainya ke wilayah Timika dalam waktu yang sementara. Kalau tidak, Bupati memperkirakan peristiwa tersebut akan berdampak luar biasa di wilayah Puncak.

“Kami akan kirim warga ke Timika, supaya situasi mereda. Kalau mereka tetap tinggal pasti tidak tenang, baik pegawai, pedagang maupun saudara-saudara lainnya. Dampaknya luar biasa, kios tutup, minyak tidak ada, beras tidak jalan, maka ini menimbulkan efek luar biasa,” ungkapnya kutip INI-Net.

Penyerangan teroris itu berlangsung sejak malam hari, setelah terjadinya penembakan terhadap warga pemilik kios di sekitar Bandara Aminggaru Ilaga, Puncak. Mereka membakar kios-kios yang ada di Kampung Kimak, Distrik Ilaga.

Baca: Korban Tewas di Papua Terus Berjatuhan, Warga Waspada & Ketakutan

“Jadi setelah penembakan di kios, mereka datang dengan jumlah besar membakar kios-kios di Kampung Kimak, Distrik Ilaga. Kemudian mereka (KKB) melanjutkan penyerangan ke Kota Ilaga, Ibu Kota Puncak,” sebut Bupati Willem Wandik.

Menurutnya, kontak tembak masih terjadi di wilayah Ibu Kota Puncak. Belum diketahui apakah jatuh korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kita harus menjaga semaksimal mungkin wilayah Kota Ilaga. Kita jaga pasti, TNI-Polri perlu memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut,” ungkapnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Tertinggi se-ASEAN

Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Tertinggi se-ASEAN

LKPSI: Coba Jika Pendukung John Kei itu FPI

LKPSI: Coba Jika Pendukung John Kei itu FPI

270 Remaja Masjid Aceh Gelar Acara Awal Ramadhan

270 Remaja Masjid Aceh Gelar Acara Awal Ramadhan

Kembali Demo, Gergazi Minta Ariel Dihukum Berat

Kembali Demo, Gergazi Minta Ariel Dihukum Berat

MUI: KH Ma’ruf Non-aktif Bukan Mengundurkan Diri

MUI: KH Ma’ruf Non-aktif Bukan Mengundurkan Diri

Baca Juga

Berita Lainnya