Ahad, 24 Januari 2021 / 11 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

DPR: Prioritaskan Perlindungan Warga Sipil di Papua

Dok Staff Khusus Gubernur Papua
Bangunan hangus terbakar ketika kerusuhan di Wamena, Kabupaten, Jayawijaya, Papua, Senin (23/09/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mendorong pemerintah dan pihak keamanan segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi terkini di Papua.

Sebagai langkah konkret, Sukamta menilai pemerintah perlu segera membuat Tim Adhock Penyelesaian Konflik Papua.

Pemerintah juga dinilai perlu menambah jumlah personil aparat keamanan khususnya kepolisian dengan prioritas tugas menjaga keselamatan warga sipil dan menciptakan situasi aman terkendali.

“Sekali lagi persoalan Papua sangat serius, karena terkait dengan keselamatan jiwa warga sipil, maka wajib dituntaskan dulu. Wacana Pemindahan ibu kota bisa dibahas lain waktu setelah diselesaikan persoalan-persoalan besar yang ada di depan mata,” tegas Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini di Jakarta kepada hidayatullah.com, Sabtu (28/09/2019).

Baca: Ribuan Pengungsi Wamena Butuh Bantuan-bantuan ini

Sekretaris Fraksi PKS ini menyatakan keprihatinan dan duka cita atas jatuhnya korban jiwa sebanyak 33 warga di Papua, serta terjadinya kerusakan rumah dinas, pembakaran ruko dan kantor bupati, serta kerusuhan yang kembali terjadi di Wamena, Papua, Senin (23/09/2019).

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Sejak awal kita sudah ingatkan pemerintah bahwa persoalan Papua prioritas utama karena risiko korban sipil yang tinggi,” ujarnya.

Baca: Din: Aparat & Pemerintah Lamban Merespons Krisis Papua

Sukamta menyesalkan kejadian di Wamena sampai tidak bisa terdeteksi sebelumnya, padahal sudah ada kejadian kerusuhan serupa di Sorong, Jayapura, dan beberapa daerah di Papua.

Hal itu ia nilai menunjukkan pemerintah dalam soal Papua masih belum memiliki “sense of urgency”.

“Saya berharap kelalaian ini tidak terulang kembali. Pemerintah harus melakukan kerja faktual untuk Papua bukan sekadar kerja simbolis apalagi upaya mengalihkan dengan isu yang lain,” ungkapnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Tim Hukum GNPF-MUI: Tak Ada Bukti Habib Rizieq Menista, Laporan Hanya Alihkan Kasus Ahok

Tim Hukum GNPF-MUI: Tak Ada Bukti Habib Rizieq Menista, Laporan Hanya Alihkan Kasus Ahok

Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama Gantikan Fachrul Razi

Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama Gantikan Fachrul Razi

Saat Media jadi Partisan,  Masih Perlukah Netralitas? (1)

Saat Media jadi Partisan, Masih Perlukah Netralitas? (1)

PUSHAMI: Lebih Aman Pakai Kaos ‘Palu Arit’ Daripada ‘Laaillahaillallah’, Ada Apa Dengan Negara Ini?

PUSHAMI: Lebih Aman Pakai Kaos ‘Palu Arit’ Daripada ‘Laaillahaillallah’, Ada Apa Dengan Negara Ini?

Ongkos Naik Haji Ditetapkan

Ongkos Naik Haji Ditetapkan

Baca Juga

Berita Lainnya