Rabu, 20 Januari 2021 / 7 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Aksi Parade Soroti Krisis Papua, Kekerasan atas Mahasiswa, & Karhutla

Aksi parade di Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Aksi parade yang digelar ribuan umat Islam di Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2019) setidaknya menyoroti sejumlah isu besar yang sedang menghangat di Indonesia.

Isu-isu tersebut terkait rentetan demonstrasi mahasiswa yang menyoroti sejumlah RUU, penanganan aksi mahasiswa yang dinilai represif oleh aparat, penanganan kerusuhan di Papua, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah yang dinilai lamban.

Unjuk aspirasi yang sebelumnya bertajuk “Parade Tauhid” lalu diganti menjadi “Aksi Mujahid 212” itu juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa.

Baca: Korban Tewas di Papua Terus Berjatuhan, Warga Waspada & Ketakutan

Aksi tersebut diinisiasi oleh Pengurus Alumni 212. Menurut ketua panitia, Edy Mulyadi, aksi tersebut merupakan arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMA/SMK.

“Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Edy sebelumnya, Jumat (27/09/2019).

Menurutnya, lewat aksi mereka konsisten mengkritik tindakan represif pemerintah yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia dalam unjuk rasa di berbagai daerah. Mereka juga menyoroti memburuknya situasi di Papua dan kasus karhutla yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Aksi parade di Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2019).

Massa menilai sudah begitu banyak masalah yang menimpa negeri ini, namun tidak ada solusi yang ditawarkan pemerintah.

Dalam aksi damai ini, massa meneriakkan seruan agar Jokowi turun dari kursi presiden. Teriakan tersebut semakin menggema ketika massa bersama-sama mengibarkan bendera bertulisan tauhid.

Salah seorang orator di atas mobil komando menyebut sejumlah kegagalan Presiden Joko Widodo dalam memimpin negeri ini. Di antaranya, menurutnya, pemerintah gagal menangani karhutla.

Aksi parade di Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2019). [Foto: INI-Net]

Sang orator juga menyayangkan tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta dan berbagai daerah. Dikritisi berbagai kasus dugaan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh nasional.

Orator menyatakan, umat Islam sangat berperan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Bahkan kerajaan-kerajaan Islam siap memberikan mandat kepada pemerintah, saat itu, demi terciptanya persatuan Islam.

“Sehingga jika ada yang melarang kita mengibarkan bendera tauhid maka mereka adalah orang yang tidak Pancasilais,” sebutnya kutip INI-Net.

Baca: PKS: Pemerintah Belum Serius Tanggapi Masalah Mengerikan Karhutla

Dalam aksi sejak pagi hingga siang hari itu, massa bergerak dari kawasan Bundaran HI untuk kemudian menujuk Istana Merdeka di Jl Medan Merdeka. Akan tetapi, karena Jl Medan Merdeka Utara untuk menuju Istana diblokir aparat, massa pun tertahan di kawasan patung kuda dekat Jalan Merdeka Barat.

Aksi parade di Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2019). [Foto: INI-Net]

Sisi menuju Istana telah dipasangi kawat berduri lengkap dengan aparat keamanan. Jelang waktu zuhur, massa bergerak ke Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat berjamaah.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MMI: Analisis Sidney Jones Gunakan Nalar “IQ Jongkok”

MMI: Analisis Sidney Jones Gunakan Nalar “IQ Jongkok”

Wamenag: Bumikan Al-Qur’an, Langitkan Manusia!

Wamenag: Bumikan Al-Qur’an, Langitkan Manusia!

Perlu Revitalisasi BMT Entaskan Masalah Ekonomi Umat

Perlu Revitalisasi BMT Entaskan Masalah Ekonomi Umat

Pemerintah RI Undang Syeikh Al Qaradhawi ke Riau

Pemerintah RI Undang Syeikh Al Qaradhawi ke Riau

Orasi Aksi Bela Palestina, KH Ma’ruf Tegaskan Rencana Boikot AS

Orasi Aksi Bela Palestina, KH Ma’ruf Tegaskan Rencana Boikot AS

Baca Juga

Berita Lainnya