Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

AIPI: Habibie Ilmuwan & Negarawan yang Ikhlas Membangun Bangsa

Istimewa
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kepala Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Brodjonegoro menilai, sosok (almarhum) Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie merupakan kombinasi ilmuwan dan negarawan dengan keikhlasan serta teladan dalam membangun.

“Beliau (Habibie, red) adalah kombinasi ilmuwan dan negarawan,” ujarnya kutip Antaranews di Jakarta, Rabu (11/09/2019).

Satryo menilai bahwa Habibie merupakan seorang ilmuwan yang andal sekaligus negarawan yang mempunyai keikhlasan dalam memimpin dan mengelola negara Indonesia.

Baca: PP Muhammadiyah: Habibie Telah Memadukan Iman-Takwa dan Iptek

Satryo menilai, Habibie yang merupakan bapak teknologi Indonesia itu, adalah sosok yang berperan penting dalam pembangunan Indonesia.

Satryo menilai, Habibie mempunyai keahlian tinggi dalam bidang teknik dan penerbangan yang menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk aktif memberikan sumbangsih dalam kemajuan bangsa.

Selain itu, kata dia, Habibie memiliki kemampuan dalam mengelola pemerintahan serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia.

Baca: Anies: Pak Habibie Telah Berpulang, Inspirasinya Tetap Hidup

Ia menyatakan bahwa bangsa Indonesia berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Habibie.

“Kita kehilangan sosok yang sangat penting untuk pembangunan Indonesia, yang dapat menjadi contoh bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani dalam keterangan resminya menyebutkan, BJ Habibie masuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto sejak 1 September 2019.

Habibie ditangani oleh tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal. Habibie wafat pada Rabu (11/09/2019), pukul 18.05 WIB di usia 83 tahun.

Baca: BJ Habibie Meninggal Dunia

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai Habibie merupakan (mantan) presiden sekaligus tokoh bangsa yang dengan pendidikan Jerman-nya yang ahli pesawat terbang, telah membuka lembaran baru Indonesia yang modern dan maju.

Ia menilai Habibie telah memadukan antara iman-takwa (imtak) dan ilmu pengetahuan-teknologi (iptek).

“Dia sosok moralis dan rasional yang memadukan imtak dan iptek yang sangat relevan bagi bangsa Indonesia di era modern,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Rabu malam.

Haedar menilai, Habibie merupakan presiden pertama di era reformasi yang meletakkan dasar demokratisasi yang menjadi tonggak bagi Indonesia baru.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ratna Sarumpaet Dikeroyok, Fahira: Level Terendah Manusia itu Penganiaya Perempuan

Ratna Sarumpaet Dikeroyok, Fahira: Level Terendah Manusia itu Penganiaya Perempuan

Dahnil: Setop Kriminalisasi Ulama jika Serius Mau Rekonsiliasi

Dahnil: Setop Kriminalisasi Ulama jika Serius Mau Rekonsiliasi

Jokowi Minta Maaf Pada PKI Dinilai Sama Saja Menyalahkan TNI dan Ulama

Jokowi Minta Maaf Pada PKI Dinilai Sama Saja Menyalahkan TNI dan Ulama

Adian Sarankan Bentuk Klinik Pusat Studi LGBT Di Kampus

Adian Sarankan Bentuk Klinik Pusat Studi LGBT Di Kampus

TPM Akan Kriminalkan The Jakarta Post

TPM Akan Kriminalkan The Jakarta Post

Baca Juga

Berita Lainnya