Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Akademisi Nilai Menonton Pornografi Picu Pemerkosaan

ilustrasi
Indonesia memasuki darurat pornografi!
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menonton konten pornografi memicu aksi pemerkosaan, sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, baru-baru ini. Demikian menurut salah seorang akademisi setempat, Mochamad Husen.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashiro Rangkasbitung Kabupaten Lebak ini menilai, pembunuhan dan pemerkosaan gadis Badui disebabkan pelaku terpengaruh pornografi yang begitu mudah diakses melalui internet maupun telepon seluler.

“Kami yakin ketiga pelaku itu sering mengakses pornografi, namun lemah pengawasan keluarga,” ujarnya di Lebak, Ahad (08/09/2019).

Husen menilai, perilaku seks pelaku itu begitu besar terinspirasi pornografi, karena gadis Badui tersebut sudah meninggal dunia, akan tetapi para pelaku melakukan pemerkosaan secara bergiliran.

“Kejadian tersebut tentu sangat biadab,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pornografi bisa menghancurkan moral karena dapat mempengaruhi orang untuk melakukan tindakan pidana asusila. Apalagi, pengawasan dari masyarakat, orangtua, dan pemilik internet relatif lemah, membuat peluang anak melakukan perbuatan asusila.

Husen menilai, peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis Badui merupakan dampak mudahnya akses pornografi melalui internet. Selain juga lingkungan dan keluarga “broken home” dapat mempengaruhi karakter anak.

“Meskipun pemerintah sudah bekerja keras memblokir konten pornografi, mereka bisa mengakses melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube,” sebutnya kutip Antaranews.

Diketahui, ketiga pelaku kejadian itu masih usia remaja, bahkan satu di antara pelaku masih anak-anak dan pelajar kelas 2 di SMA Kecamatan Leuwidamar.

Oleh karena itu, seluruh komponan masyarakat, terutama orangtua dapat mengawasi dan mengontrol perilaku anak agar tidak menyimpang yang bisa membahayakan orang lain.

“Kami berharap orangtua selalu mengawasi dan membekali anak-anak mereka dengan pendidikan agama agar terhindar dari kejahatan seks,” katanya.

Sebelumnya, seorang gadis warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban pembunuhan. Di sekujur tubuhnya terdapat luka-luka akibat bacokan senjata tajam.

“Korban bernama Sarwi (13) warga Badui dan ditemukan di saung ladang kebun dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto di Lebak, Sabtu (31/08/2019).

Pembunuhan diduga terjadi pada Jumat (30/08/2019) siang di saung kebun di Desa Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

Gadis itu diduga korban perkosaan karena ditemukan luka-luka dalam tubuhnya dan juga terdapat bercak sperma.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Politisi PKS Minta TR Penundaan Jilbab Polwan Ditinjau Ulang

Politisi PKS Minta TR Penundaan Jilbab Polwan Ditinjau Ulang

Istri KH Abdullah Said Ajak Daiyah Selalu Menautkan Hati di Jalan Dakwah

Istri KH Abdullah Said Ajak Daiyah Selalu Menautkan Hati di Jalan Dakwah

Din: Apa Kurangnya PBNU dan PP Muhammadiyah Minta Pilkada Ditunda, Tapi Presiden Tak Perhatikan

Din: Apa Kurangnya PBNU dan PP Muhammadiyah Minta Pilkada Ditunda, Tapi Presiden Tak Perhatikan

Tidak Ada Halangan Lagi Melengserkan Ahok

Tidak Ada Halangan Lagi Melengserkan Ahok

Muslim Aid Tetap Berkomitmen Bantu Indonesia

Muslim Aid Tetap Berkomitmen Bantu Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya