Komunitas Warteg Tolak Pemindahan Ibu Kota: Ekonomi Belum Stabil

Kowantara menyatakan, kewajiban pemerintah untuk fokus mengatasi masalah-masalah ekonomi tersebut untuk dijadikan prioritas utama.

Komunitas Warteg Tolak Pemindahan Ibu Kota: Ekonomi Belum Stabil
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dalam keterangan pers terkait pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/08/2019).

Terkait

Hidayatullah.com– Komunitas Warteg (Warung Tegal) Nusantara disingkat KOWANTARA menyatakan sikap penolakan atas rencana pemindahan ibu kota ke tempat baru yang telah diumumkan Presiden Joko Widodo.

Kowantara menolak rencana itu karena kondisi ekonomi yang dirasakan belum stabil.

“Pemindahan ibu kota membutuhkan anggaran yang cukup besar, sementara situasi ekonomi negara ini belum stabil,” ujar Ketua Kowantara Mukroni di Jakarta dalam siaran persnya kepada hidayatullah.com, Rabu (28/08/2019).

Baca: Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota dan Janji Kampanye

Kowantara memaparkan kondisi ketidakstabilan ekonomi tersebut. Yaitu, terang Mukroni, daya beli masyarakat yang semakin turun serta naiknya harga bahan-bahan pokok.

“(Juga) pendapatan usaha kecil semakin menurun terutama warung-warung makan kecil seperti warteg (warung Tegal) dan lainnya yang sepi dari pembeli karena daya beli masyarakat yang semakin sulit,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, kesempatan kerja yang semakin sempit akibat banyaknya perusahaan yang tutup dan menyebabkan pengangguran semakin besar, serta tentunya kemiskinan semakin tinggi.

“(Pun) utang negara semakin membesar,” tambahnya.

Baca: Ketua MPR Sarankan Tunda Pemindahan Ibu Kota

Kowantara menyatakan, kewajiban pemerintah untuk fokus mengatasi masalah-masalah ekonomi tersebut untuk dijadikan prioritas utama.

“Masalah-masalah ekonomi tersebut yang wajib segera diatasi dan dijadikan prioritas utama pemerintah dalam mensejahterahkan rakyatnya, bukan mewacanakan pemindahan ibu kota yang justru menambah masalah-masalah baru nantinya,” ungkapnya.

Kowantara berharap komunitas-komunitas lainnya juga menolak rencana pemindahan ibu kota ke tempat yang baru.

Baca: DPD: Pemulihan Ekonomi Lebih Prioritas daripada Pindah Ibu Kota

Sebelumnya, kepada media Jokowi menyebut beberapa alasan kenapa ingin memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Antara, karena Jakarta terancam gempa bumi, banjir, pergerakan atau penurunan muka tanah, macet, dan polusi udara.

Jokowi menyebut, pemindahan pusat administrasi merupakan isu yang mendesak. Bahkan, kata dia, Presiden Soekarno juga sudah pernah melemparkan wacana menggeser pusat pemerintahan. Presiden menargetkan pada 2023 seluruh infrastruktur sudah siap.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !