Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

PKS Bela UAS, Minta Negara Hadir Lindungi Ulama

Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, meminta kepolisian mengusut tuntas pengunduh potongan video ceramah ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).

Video ceramah UAS tiga tahun lalu kini menjadi viral sampai berujung pada pelaporan oleh beberapa kelompok masyarakat ke kepolisian.

“Saya berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut pelaku pengunduh potongan ceramah UAS tiga tahun lalu yang meresahkan kerukunan antar umat beragama, apalagi diunduh lewat akun Twitter,” ujar Mardani dalam keterangan persnya kepada hidayatullah.com, Jumat (23/08/2019).

Baca: Masyarakat Aceh Aksi Bela Ustadz Abdul Somad

Mardani mengatakan bahwa negara perlu hadir melindungi seluruh tokoh agama, termasuk ulama tentunya.

“Indonesia sebagai negara hukum yang berfalsafah Pancasila harus terdepan menjaga dan melindungi tokoh agama sebagai aset bangsa dari berbagai upaya kriminalisasi dan persekusi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, legislator PKS asal Dapil Jakarta Timur itu mengatakan, pada era keterbukaan dan kecepatan informasi karena teknologi internet ini, masyarakat juga harus selalu berpikir jernih melihat unggahan di media sosial.

Baca: Penjelasan UAS: Ceramah Saya Khusus Muslim untuk Menjaga Aqidah

“Menjaga harmonisasi dan toleransi antar umat beragama ini harus senantiasa kita wujudkan, salah satunya dengan selalu berpikir jernih melihat postingan orang dalam media sosial, bisa jadi itu hanya propaganda untuk memecah belah dan mengadu domba kita,” pesannya.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak terpancing upaya propaganda dan adu domba oleh segelintir orang yang ingin Indonesia tidak harmoni.

“Mari kita jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa sebagai salah satu nilai dalam Pancasila. Polisi harus segara hadir dengan mengusut pelaku yang pertama kali memposting potongan video ceramah UAS 3 tahun lalu itu,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Minta Maaf, SHS Akui Hina Gubernur NTB dapat Memecah Belah NKRI

Minta Maaf, SHS Akui Hina Gubernur NTB dapat Memecah Belah NKRI

Didampingi Satpol PP,  Warga Serbu Warung Remang Cakung

Didampingi Satpol PP, Warga Serbu Warung Remang Cakung

Prinsip Kebebasan Berkespresi di Amerika Dinilai Sudah Lampau Batas

Prinsip Kebebasan Berkespresi di Amerika Dinilai Sudah Lampau Batas

Batal Lantik BG, Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Calon Kapolri

Batal Lantik BG, Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Calon Kapolri

Kejadian Peledakan, Menag: Bukan Tindakan Umat Beragama

Kejadian Peledakan, Menag: Bukan Tindakan Umat Beragama

Baca Juga

Berita Lainnya