600 Penyandang Disabilitas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

“Kami juga berterima kasih, karena khutbah juga diterjemahkan dalam bahasa isyarat"

600 Penyandang Disabilitas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal
Ratusan penyandang disabilitas mengikuti pelaksanaan shalat Idul Adha tingkat kenegaraan untuk pertama kalinya di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (11/08/2019).

Terkait

Hidayatullah.com– Untuk pertama kalinya, sebanyak 600 orang penyandang disabilitas hadir mengikuti pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1940 H/2019M termasuk shalat id di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (11/08/2019).

“Ini pertama kalinya kami bisa masuk dan shalat di shaf paling depan,” ujar Bahrul Fuad, Koordinator untuk disabilitas, di Masjid Istiqlal.

Ia menerangkan, Masjid Istiqlal menyediakan pintu khusus yakni pintu “Ar-Rahman” untuk para penyandang disabilitas dengan sejumlah fasilitas. Antara lain tempat wudhu ramah disabilitas, bidang miring untuk pengguna kursi roda, hingga ruang parkir khusus.

“Bahkan pengelola masjid juga mengerahkan para relawan yakni remaja Islam masjid yang menfasilitasi mereka untuk dapat beribadah dengan nyaman,” ujarnya.

Baca: Idul Adha, Masjid Istiqlal Sediakan Shaf VIP untuk Penyandang Disabilitas

Fuad pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kesempatan dan menfasilitasi atas akses layanan disabilitas dalam peribadatan.

Para disabilitas yang datang ke Istiqlal, selain pengguna kursi roda seperti dirinya, juga mereka yang memakai tongkat, tuna rungu, tuna netra, hingga tuna wicara.

“Kami juga berterima kasih, karena khutbah juga diterjemahkan dalam bahasa isyarat,” ungkapnya kutip Antaranews.com.

Fuad berharap, ke depannya para disabilitas datang secara bebas dan sendiri-sendiri ke Masjid Istiqlal tanpa mesti dikoordinasi lagi. Sebab, banyak yang belum mengetahui kalau Istiqlal itu ramah disablitas.

Kesempatan tersebut dimulai dari diskusi panjang antara penyandang disabilitas, dengan para pengambil kebijakan, dimana mereka selama ini mengeluhkan seringkali ditolak pengelola rumah ibadah karena keterbatasan mereka.

Disebutkan bahwa Fuad bersama PBNU membuat buku Fiqih penyandang disabilitas, yang berisi berbagai persoalan saudara-saudara sesama penyandang disabilitas, dalam rangka menjalankan ibadah.

Fuad sebenarnya berharap Presiden Joko Widodo bisa dapat hadir dalam pelaksanaan shalat Idul Adha tadi, sehingga Presiden diharapkan dapat menyampaikan kepada seluruh masjid di seluruh Indonesia, bahwa penyandang disabilitas punya hak untuk beribadah.

“Kita berharap masjid-masjid di Indonesia dan umumnya rumah ibadah di Indonesia memfasilitasi saudara-saudara kita yang disabilitas, karena itu merupakan bagian hak dasar kami untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Presiden Jokowi diketahui melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Astrid, Kebun Raya Bogor, Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/08/2019).

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, mengatakan Masjid Itiqlal, Kementerian Agama, dan Staf Kepresiden mengawali pelaksanaan pelayanan gerakan masjid ramah disabilitas dengan menghadirkan 1.000 penyandang disabilitas dalam pelaksanaan shalat Idul Adha tingkat kenegaraan.

“Mohon dukungan jamaah dan pihak-pihak terkait untuk mereka penyandang disabilitas,” sebutnya.

Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal digelar tepat pukul 07.00 WIB dengan imam shalat Ahmad Husni Ismail dan Khatib pengasuh pondok pesantren Daarul Qur’an Tanggerang Banten Yusuf Mansur.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !