Menantu Habib Rizieq: Hilangnya Ulama Harusnya Jadikan Umat Bersatu

Habib Hanif memahami kontroversi atas sikap beberapa orang yang tidak menerima saat mertuanya memimpin doa di pemakaman Mbah Moen.

Menantu Habib Rizieq: Hilangnya Ulama Harusnya Jadikan Umat Bersatu
Istimewa
Habib Rizieq Shihab menghadiri pemakaman ulama sepuh NU KH Maimoen Zubair di Kota Makkah, Arab Saudi.

Terkait

Hidayatullah.com– Menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alathos, menyaksikan karisma ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubair, terutama detik-detik jelang pemakaman almarhum di Kota Makkah, Arab Saudi.

Habib Hanif mengungkap bahwa banyak pelayat dan orang-orang yang mendoakan serta menshalatkan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

“Kiai Maimoen didoakan berkali-kali, tidak hanya sekali,“ ujarnya, Rabu (07/08/2019).

Wafatnya Mbah Moen, sapaan akrab almarhum itu, hingga saat ini masih menjadi pembicaraan masyarakat. Mbah Moen meninggal di Kota Suci Makkah dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Habib Hanif mengatakan, wafatnya Mbah Moen yang juga tokoh sepuh PPP itu seharusnya membuat umat bersatu, bukan saling mendengki. Apalagi kedengkian itu dilakukan terhadap habaib dan ulama.

“Alfakir heran, wafatnya Hadhrotusyeikh Maimoen Zubair, ulama besar dalam keadaan mulia, di tempat mulia di waktu mulia. Seharusnya memotivasi kita untuk bisa meniru akhlak dan ilmu beliau serta jadi ajang untuk umat bersatu. Tapi oleh orang-orang yang dengki malah dijadikan ajang untuk menebar kebencian kepada para habaib dan ulama, la haula wala quwwata illa billah,“ ungkapnya.

Berdasarkan beberapa sumber yang diperoleh redaksi, pada Selasa (06/08/2019) kemarin, jenazah Mbah Moen dimandikan di kompleks Masjid Al-Muhajirin, Makkah.

Usai dimandikan, jenazah disemayamkan di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah Kementerian Agama RI. “Saat di Kantor Daker, shalat diimami Habib Muhammad bin Idrus Alhaddad, KH Anwar Manshur (Lirboyo),” sebut Hanif.

Usai shalat zuhur, jenazah dishalatkan di Masjidil Haram, diriingi lautan manusia. Berbagai sumber menyebutkan, almarhum Mbah Moen kemudian dishalati lagi di pemakaman, sebelum dibawa ke liang lahat.

“Saat di Pemakaman al-Ma’la, saat baru masuk diimami lagi oleh Sayyid Ashim bin Alwi bin Abbas al-Maliki,” ujar Hanif.

Baca: Dihadiri Ribuan Pelayat, Habib Rizieq Pimpin Doa di Pemakaman Mbah Mun

Di pemakaman, almarhum kembali didoakan. Saat itu diketahui Habib Hanif memimpin langsung Talqin Mayyit fil Qobr, dilanjutkan doa yang dipimpin Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Saat itu, Habib Rizieq mengajak jamaah bersaksi bahwa Mbah Moen sebagai ahlil khair (orang shalih),” tuturnya.

Kesaksian itu sesuai dengan banyak video yang beredar dan diperoleh hidayatullah.com pada Rabu (07/08/2019) pagi. Doa-doa yang dipanjatkan HRS diaminkan oleh para jamaah yang turut hadir di pemakaman.

Habib Hanif yang merupakan alumnus Al Ahqaff, Yaman ini, mengaku memahami kontroversi atas sikap beberapa orang yang tidak menerima saat mertuanya memimpin doa di pemakaman Mbah Moen.

“Semua yang di tempat menyaksikan, termasuk Menteri Agama dan Dubes melihat langsung,” ungkap Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI) ini.

Baca: Ribuan Jamaah Shalatkan Jenazah Mbah Moen di Masjidil Haram

Habib Hanif menambahkan, masyarakat pun bisa melihat secara lengkap video yang banyak viral di berbagai media sosial.

Ia mengatakan, kalau ada pihak yang memelintir dan tidak terima fakta tersebut, itu persoalan lain.

“Kasihan kalau kebencian sudah mendarah daging,” ungkapnya.

“Mudah-mudah Allah menjaga hati kita dari fitan (fitnah), semoga Allah berikan kita husnul khatimah dan kita tidak diharamkan dari keberkahan kaum shalihin,” sambungnya.*

Rep: Ahmad

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !