Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Listrik Padam se-Jabodetabek, Banten, Jabar, PLN Minta Maaf, Bantah Unsur Politis atau Sabotase

skr/hidayatullah.com
Suasana gelap menyelimuti salah satu sisi Jl Raya Kalimulya, Depok, Jawa Barat, Ahad (04/08/2019) malam sekitar pukul 18,30 WIB saat terjadinya pemadaman listrik serentak se-Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat.
Bagikan:

Hidayatullah.com– PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Persero membantah bahwa pemadaman listrik serentak yang menimpa wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat disebabkan karena unsur politis atau sabotase. Menurut PLN, pemadaman listrik tersebut murni karena alasan teknis.

“Ini masalahnya murni keteknisan. Jadi memang ini (masalah) teknis, berkaitan dengan hal-hal teknis yang menyebabkan terjadinya gangguan,” ujar Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani di Gandul, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (04/08/2019).

Pantauan hidayatullah.com di sekitar kawasan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, listrik padam sejak sekitar pukul 11.45 WIB, Ahad siang dan baru menyala sekitar pukul 21.11 WIB alias pemadaman listrik terjadi 9 jam lebih lamanya.

Sripeni Inten juga menepis adanya hal-hal yang bersifat politis atau sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik serentak ini.

“Kami tidak melihat adanya hal-hal yang bersifat politis ataupun sabotase, tidak! Kami katakan pada hari ini tidak ada,” tegasnya kutip Antaranews.com.

Sebelumnya, PLN mengungkapkan awal mula terjadinya pemadaman listrik serentak di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten akibat gangguan pada transmisi di Ungaran-Pemalang.

PLN menyampaikan permintaan maaf seluas-luasnya kepada seluruh pelanggan PLN yang telah mengalami kondisi yang tidak menyenangkan pada hari ini terkait dengan pemadaman yang terjadi sejak pukul 11.45 WIB.

Saat ini PLN telah berhasil memulihkan secara bertahap pemadaman listrik dengan mengalirkan tegangan listrik ke Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Balaraja dan untuk selanjutnya menuju ke PLTU Suralaya agar dapat beroperasi secara bertahap mencapai kapasitas 2800 MW.

Dengan masuknya GITET Balaraja yang akan menuju ke PLTU Suralaya diperkirakan akan beroperasi secara bertahap hingga 6 jam ke depan untuk penormalan seluruh sistem Jawa Barat dan Banten.

Fokus PLN mengirim pasokan ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Priok agar sistem DKI – Jakarta segera pulih.

Pemadaman listrik cukup mengganggu aktivitas warga. Pantauan hidayatullah.com di Kalimulya, Depok, misalnya, Masjid Baiturrahman di Kebon Duren sempat kehabisan air, membuat jamaah shalat isya terpaksa wudhu di rumah masing-masing. Akibat listrik padam, sinyal telepon seluler pun sempat mati dan hilang. Warga kesulitan untuk berkomunikasi, baik melalui telepon maupun media sosial.

Sebelumnya sempat beredar pesan di media sosial bahwa pemadaman listrik serentak itu diduga terkait adanya sabotase yang entah dari mana sumbernya. PLN telah membantah hal tersebut.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PBNU Tegaskan tidak Memihak ke Ahok-Djarot dan Paslon Lainnya

PBNU Tegaskan tidak Memihak ke Ahok-Djarot dan Paslon Lainnya

MUI Jatim Tidak Puas SK Gubernur tentang Larangan Ahmadiyah

MUI Jatim Tidak Puas SK Gubernur tentang Larangan Ahmadiyah

Bawaslu: 2.548 Pengawas Pemilu Meninggal, Dianiaya, Sakit, Kecelakaan

Bawaslu: 2.548 Pengawas Pemilu Meninggal, Dianiaya, Sakit, Kecelakaan

Ketua DSKS Solo Dukung Pembebasan Ranu

Ketua DSKS Solo Dukung Pembebasan Ranu

Tokoh Syiah: Jangan Mencela Tokoh Ahlus Sunnah

Tokoh Syiah: Jangan Mencela Tokoh Ahlus Sunnah

Baca Juga

Berita Lainnya