Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gerakan Peduli Generasi Tolak RUU P-KS

GPGI
Aksi Gerakan Peduli Generasi Indonesia (GPGI) menolak Rancangan Undang – Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di GOR Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (21/07/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gerakan Peduli Generasi Indonesia (GPGI) kembali menggelar aksi damai menolak Rancangan Undang – Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Aksi ini dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (21/07/2019).

Selain aksi damai, GPGI juga mengajak masyarakat untuk menandatangani spanduk penolakan RUU P-KS.

“Masyarakat yang tengah berolahraga, tampak semangat untuk ikut serta membubuhkan tanda tangannya,” demikian ucap Juru Bicara GPGI, Maya Rahmah seperti dalam siaran pers diterima hidayatullah.com, Ahad (21/07/2019).

Baca: ‘RUU P-KS seakan Beri Celah Bebasnya Prostitusi dan LGBT’

Lebih lanjut dia mengungkapkan, setelah beberapa kali mengadakan aksi damai penolakan RUU P-KS, pihaknya melihat banyak sekali masyarakat yang belum paham tentang RUU ini. Bahkan sebagian besar perempuan di Samarinda pun belum tahu tentang RUU ini.

“Dan setelah kami jelaskan, mereka sepakat untuk menolak. Ini tentunya mematahkan kampanye para pengusung RUU yang menyatakan bahwa RUU ini dibutuhkan oleh semua perempuan Indonesia,” jelas Maya.

Baca: Lagi! RUU P-KS kembali Ditolak Dua Pekan Berturut-turut

Dalam waktu dekat, GPGI berencana melakukan audiensi ke DPRD Provinsi Kaltim. Dalam audiensi ini, GPGI ingin menyampaikan suara perempuan dan keluarga Kaltim – Kalimantan Utara (Kaltara) yang menolak tegas RUU P-KS.

Dalam aksi hari ini, hadir puluhan pemuda dari berbagai organisasi. Yaitu, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Kaltimtara, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltimtara, KAMMI PD Balikpapan, KAMMI PD Samarinda, KPIS, Yayasan Ashabul Qur’an, PUSDIMA, KAMMI Komsat Unmul, KAMMI Samseb.*

Rep: Niesky Abdullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Fatwa MUI “Ibadah Saat Covid-19 Mewabah” sebagai Panduan

Fatwa MUI “Ibadah Saat Covid-19 Mewabah” sebagai Panduan

Jokowi Akan Beri Penghargaan “Bintang Jasa Utama” pada Didin Hafiduddin

Jokowi Akan Beri Penghargaan “Bintang Jasa Utama” pada Didin Hafiduddin

Dai Asal Papua Ajak Jadikan Musibah Charlie Hebdo Sebagai Pelajaran

Dai Asal Papua Ajak Jadikan Musibah Charlie Hebdo Sebagai Pelajaran

Dianggap Membimbing Pluralisme, Syafii Terima Magsaysay Award

Dianggap Membimbing Pluralisme, Syafii Terima Magsaysay Award

Talak via SMS Tidak Sah

Talak via SMS Tidak Sah

Baca Juga

Berita Lainnya