ICW Beri Tiga Catatan Kritis Untuk Pansel Capim KPK

ICW menyesalkan Pansel Pimpinan KPK tidak memperhatikan isu kepatuhan LHKPN dari pendaftar yang berasal dari unsur penyelenggara negara, aparatur sipil negara, dan institusi penegak hukum.

ICW Beri Tiga Catatan Kritis Untuk Pansel Capim KPK
ICW

Terkait

Catatan pertama, ICW menyesalkan Pansel Pimpinan KPK tidak memperhatikan isu kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari pendaftar yang berasal dari unsur penyelenggara negara, aparatur sipil negara, dan institusi penegak hukum.

“Harusnya ini dijadikan salah satu penilaian dari sisi administrasi, karena bagaimanapun kepatuhan melaporkan LHKPN menjadi salah satu indikator dari integritas pejabat publik,” ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, Jumat (12/07/2019).

Baca: Masa Kerja Tim Satgas Teror Novel Habis, Kapolri Enggan Berkomentar

Dijelaskan, LHKPN adalah suatu kewajiban hukum bagi setiap penyelenggara negara, sebagaimana diatur dalam UU No 28 Tahun 1999, UU No 30 Tahun 2002, dan Peraturan KPK No 07 Tahun 2016.

Oleh karena itu, seharusnya kalau ditemukan dari para penyelenggara negara, aparatur sipil negara, ataupun penegak hukum yang belum pernah atau tidak memperbarui LHKPN-nya di KPK, maka sudah sewajarnya Pansel tidak meloloskan calon tersebut.

Kedua, kata ICW, untuk tahap selanjutnya Pansel harus memastikan bahwa rekam jejak para pendaftar Pimpinan KPK tidak pernah tersandung persoalan masa lalu.

Dalam menilai poin ini sebenarnya dapat menggunakan beberapa indikator. Misalnya, dari para pendaftar harus dipastikan bersih dari catatan hukum. Selain itu persoalan yang juga dinilai ICW cukup penting adalah terkait dugaan pelanggaran etik para pendaftar pada lembaga terdahulu.

“Jangan sampai jika ada figur yang pernah diduga melanggar etik justru terlewat dan malah diloloskan oleh Pansel,” ungkapnya mewanti-wanti kutip INI-Net.

Baca: Semua Unsur Polri Lolos Seleksi Calon Pimpinan KPK

Ketiga, dalam nama-nama yang dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi, masih banyak ditemukan figur yang berasal dari institusi penegak hukum. Sedari awal ICW menganggap bahwa calon-calon yang berasal dari institusi penegak hukum lebih baik diberdayakan saja di Kepolisian ataupun Kejaksaan.

“Sebab, dua institusi penegak hukum itu belum terlihat baik dalam hal memaksimalkan pemberantasan korupsi,” sebutnya.

Untuk tahap selanjutnya, bagi ICW, jika para penegak hukum aktif tersebut tetap diloloskan oleh Pansel, maka ia harus mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari institusinya terdahulu ketika terpilih menjadi Pimpinan KPK.

“Ini penting untuk meminimalisir potensi konflik kepentingan ketika menangani sebuah perkara yang mana pelaku berasal dari institusinya terdahulu,” ujarnya.

Diketahui, peserta yang dinyatakan lolos sebagai calon pimpinan KPK pada tahap administrasi memiliki latar belakang pekerjaan yang cukup beragam, mulai dari akademisi, advokat, penegak hukum, hingga Komisioner KPK saat ini.

Hal ini menjadi pekerjaan serius bagi pansel untuk dapat memastikan bahwa figur yang mencalonkan kali ini tidak membawa agenda-agenda tertentu yang dapat melemahkan KPK.

Semua unsur dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) lolos seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari 13 anggota Polri yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK, semuanya lolos.

Baca: Madrasah Anti Korupsi Kritisi Pansel KPK yang Ditetapkan Jokowi

Berdasarkan latar belakang profesi, para pendaftar yang lolos sebagai calon pimpinan KPK yaitu sebagai berikut:

  • Akademisi/dosen: 40 orang (dari 76 pendaftar)
  • Advokat/konsultan hukum: 39 orang (dari 63 pendaftar)
  • Korporasi (swasta/BUMD/BUMN): 17 orang (dari 40 pendaftar)
  • Jaksa/hakim: 18 orang (dari 20 pendaftar)
  • Anggota TNI: tidak ada yang lulus (dari 1 orang pendaftar)
  • Anggota Polri: 13 orang (dari 13 pendaftar)
  • Auditor: 9 orang (dari 11 pendaftar)
  • Komisioner/pegawai KPK: 13 orang (dari 18 pendaftar)
  • Lain-lain (PNS, pensiunan, wiraswasta, NGO, pejabat negara): 43 orang (dari 134 pendaftar).*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !