Dompet Dakwah Media

Abdullah Hehamahua Kembali Hadiri Aksi Kawal MK

Kehadirannya bersama masyarakat hanya ingin memberikan dukungan kepada hakim MK agar profesional, jujur, dan berani mengambil keputusan sesuai dengan nurani.

Abdullah Hehamahua Kembali Hadiri Aksi Kawal MK
azim arrasyid/hidayatullah.com
Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua di sela-sela aksi yang digelar Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat, dekat Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/06/2019).

Terkait

Hidayatullah.com– Eks penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, kembali menghadiri aksi mengawal pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi digelar di sekitar gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/06/2019).

Pantauan hidayatullah.com, Abdullah Hehamahua datang ke lokasi aksi sekitar pukul 09.30 WIB.

Pria berjanggut putih ini mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Ia tampak dikawal sejumlah laskar dari Brigade 212.

Tak lama kemudian, Abdullah Hehamahua duduk bersama sejumlah tokoh dan massa, menanti dimulainya pembacaan putusan MK.

Baca: Abdullah Hehamahua Aksi di MK: Kami Dukung Hakim Jujur & Berani

Berdasarkan jadwal, MK akan mulai menggelar sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 pada pukul 12.30 WIB.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan orasi dari Abdullah Hehamahua.

Sementara massa terus berdatangan ke lokasi aksi. Peserta aksi terfokus di dekat gedung Kemenpar.

Sebelumnya, Abdullah Hehamahua, juga turun ke jalan dalam aksi yang digelar Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) ke sekitar MK, Rabu (26/06/2019).

Baca: Massa Datangi MK Kawal Putusan Sengketa Pilpres

Abdullah Hehamahua menjelaskan, kehadirannya bersama dengan masyarakat hanya ingin memberikan dukungan kepada hakim MK agar profesional, jujur, dan berani mengambil keputusan sesuai dengan nurani.

Para hakim MK juga didorong agar obyektif dan memutuskan seadil-adilnya sesuai fakta.

Abdullah Hehamahua mengungkapkan, selama 12 tahun menjadi pejabat negara, bersama KPK ia pernah melakukan pemeriksaan pejabat negara dan menangkapi koruptor. “KPK pernah menangkap ketua MK, anggota MK berkaitan dengan Pilkada. Andai itu tak pernah terjadi saya bisa saja membiarkan proses sidang gugatan PHPU ini berjalan. Tapi faktanya kan tak demikian,” ujarnya tegas.

“Umur saya 71 tahun sekarang ini, mungkin 1 atau 2 hari atau 1 sampai 2 pekan lagi saya bisa saja meninggal. Saya tidak ingin negara ini hancur, berantakan karena saya tahu negara ini,” lanjutnya.

Baca: BPN Prabowo-Sandi: Kemuliaan MK Dipertaruhkan

Walaupun sebelumnya capres Prabowo Subianto mengimbau massa agar tidak turun ke depan MK, namun massa tetap keukeuh turun ke jalan. Sebab, terang Abdullah Hehamahua, ia tak ada kaitan dengan capres-cawapres 02.

“Saya tidak ada urusan dengan Prabowo Sandi, saya juga tidak kenal Prabowo Sandi. Jadi tidak ada urusan dengan Prabowo Sandi, tidak ada urusan dengan Jokowi – Maruf Amin,” ujarnya di kawasan Patung Kuda, tak jauh dari Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (26/06/2019).

Abdullah Hehamahua pun menasihati hakim MK agar tidak takut pada intimidasi dan ancaman apapun bentuknya. “Memperjuangkan kebenaran dan menegakkan keadilan itu matinya syahid,” ungkapnya.

Baca: Abdullah Hehamahua Memimpin Aksi Kawal Sidang MK

Ia menegaskan, apabila MK tidak memperhatikan fakta-fakta itu, maka penyelenggara pemilu termasuk partai politik akan mengalami ketidakpercayaan (distrust) dari masyarakat. Akibatnya, hanya sekitar 50 persen saja yang ikut pemilu 2024.

“Saya ingatkan Pak Prabowo-Sandi, Insya Allah 2024 tidak ada lagi yang dukung (kubu petahana) karena mereka sudah hilang kepercayaan dari masyarakat,” ungkapnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !