Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pasca Ramadhan, Kemenag & MUI Segera Bahas Penyatuan Kalender Hijriyah

Romadanyl
Menag Lukman Hakim Saifuddin (kiri) berbincang dengan Ketua MUI Yusnar Yusuf sesaat usai Sidang Isbat 1 Syawal 1440H di Jakarta, Senin (03/06/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemerintah melalui Kementerian Agama beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus berupaya untuk melakukan penyatuan kalender Hijriyah di Indonesia. Paska Ramadhan 1440H/2019M, MUI akan menggelar forum kajian ilmiah intensif untuk bahas hal tersebut.

“Di bulan Ramadhan dua minggu yang lalu saya telah berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia untuk bagaimana setelah Ramadhan ini kita dapat melaksanakan pertemuan intensif tentang penyatuan kalender Hijriyah,” ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Keterangan ini disampaikan kepada media usai Sidang Isbat 1 Syawal 1440 H di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, semalam, Senin (03/06/2019) lansir Kemenag. Rencana ini menurut Menag telah disepakati Kemenag dan MUI pada pertemuan pendahuluan yang telah berlangsung pada 21 Mei 2019 lalu.

Dalam forum kajian ilmiah yang akan digelar oleh MUI tersebut menurut Menag akan dihadiri para ahli ilmu falak dan astronomi.

“Kemudian diperluas oleh (kehadiran) seluruh wakil-wakil ormas Islam sehingga harapannya kita bisa memiliki kalender Hijriyah yang disepakati untuk menetapkan setiap kita memerlukan kesepakatan bersama untuk menetapkan 1 Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah,” sambungnya.

Menurut Menag, wacana penyatuan kalender hijriyah ini telah sejak lama dibicarakan. Tidak hanya oleh kalangan ulama dan ahli falak di Indonesia, tetapi juga di Kementerian Agama sebagai pihak pemerintah.

“Kami di Kementerian Agama sendiri sudah berusaha sejak beberapa tahun yang lalu, dalam berbagai macam pertemuan sudah sering kita lakukan agar kita bisa menyepakati kriteria yang disepakati bersama sehingga kita memiliki acuan bersama,” kata Menag.

Rencana ini pun memperoleh dukungan DPR.

“DPR terus mendorong pemerintah untuk terus mengkaji dan melakukan ijtihad untuk membuat kalender bersama. Ini menjadi agenda yang terus menerus kita lakukan karena kita berharap yang akan datang tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah persamaan-persamaan untuk membangun bangsa yang kita cintai ini,” kata Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher yang turut hadir dalam Sidang Isbat 1 Syawal 1440H.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PP Muhammadiyah harapkan duet kepemimpinan Islam-Nasionalis

PP Muhammadiyah harapkan duet kepemimpinan Islam-Nasionalis

Gerindra dan PKS: Aksi Bela Islam 4 November Murni Suara Masyarakat

Gerindra dan PKS: Aksi Bela Islam 4 November Murni Suara Masyarakat

Gugatan Uji Materi Abubakar Ba’asyir Ditolak MK

Gugatan Uji Materi Abubakar Ba’asyir Ditolak MK

Wali Kota Depok: Lawan Kolonialisme Barang Impor dengan “Sumpah Pemuda”

Wali Kota Depok: Lawan Kolonialisme Barang Impor dengan “Sumpah Pemuda”

GIB Ingatkan Pemerintah Utamakan Pembangunan Manusia Beradab

GIB Ingatkan Pemerintah Utamakan Pembangunan Manusia Beradab

Baca Juga

Berita Lainnya